Dua Bus Sempati Star Dobel Decker Dilempar di Pandrah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dua Bus Sempati Star Dobel Decker Dilempar di Pandrah

  • Reporter:
  • Selasa, Juni 27, 2017
Dua Bus Sempati Star Dobel Decker Dilempar di Pandrah
Foto Dua Bus Sempati Star Dobel Decker Dilempar di Pandrah

URI.co.id, BIREUEN – Dua unit angkutan umum jenis Bus Dobel Decker Scania Sempati Star trayek Banda Aceh-Medan dilempari  di ruas jalan nasional kawasan Desa Lancok Ulim, Pandrah Bireuen sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (27/06/2017) oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Informasi diperoleh URI.co.id, saat itu bus Scania BL  7911 AA  yang sarat penumpang melaju seperti biasa, setibanya di kawasan persawahan Desa Lancok Ulim terkena lemparan batu atau benda lainnya, akibatnya mengalami pecah kaca beberapa lembar di sebelah kanan lantai atas.

Sopir yang bernama Muhammad (40) warga  Desa Lhok Dagang, Pandrah Bireuen berhenti melihat kondisi bus kemudian melaporkan secara lisan ke Polsek Pandrah. 

Beberapa saat kemudian satu unit bus lagi merek yang sama trayek Banda Aceh-Medan BL 7944 AA juga mengalami hal serupa dilempari di kawasan itu, bus yang disupiri Mawardi  (47) warga Matanggeulumpang Dua, Peusangan mengalami pecah kaca beberapa jendela sebelah kanan atas dan  jendela bawah.

Kemudian supir juga melaporkan secara lisan ke Polsek Pandrah. 

Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kapolsek Pandrah Ipda Hendri Yunan kepada URI.co.id mengatakan, petugas piket mendapat laporan dari masyarakat dan suir adanya tindakan kriminal berupa pelemparan bus umum.

“Saya bersama anggota langsung ke lokasi melakukan penyisiran terhadap pelaku, pelaku yang diduga lebih dari tiga orang melarikan diri ke kebun warga dan semak-semak kawasan itu,”ujar Ipda Hendri Yunan.

Setelah dilakukan pengamatan terhadap bus umum dan mengecek kondisi penumpang, penumpang tidak ada yang terluka.  Kedua supir bus tersebut di atas tidak berkenan membuat laporan secara resmi ke Polsek Pandrah, mereka beralasan hendak  melanjutkan perjalanan ke Medan Sumatera Utara dan tidak mau menelantarkan penumpang mereka.

“Kami tetap membujuk untuk membuat laporan resmi, sopir keberatan dan melanjutkan perjalanan ke Medan,” ujar Hendri Yunan. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id