Badai dan Puting Beliung Rusak 36 Rumah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Badai dan Puting Beliung Rusak 36 Rumah

Badai dan Puting Beliung Rusak 36 Rumah
Foto Badai dan Puting Beliung Rusak 36 Rumah

BIREUEN – Badai dan puting beliung menghantam wilayah Bireuen, Pidie, dan Aceh Utara, Kamis (22/6) sore. Sedikitnya 36 rumah di ketiga wilayah itu rusak berantakan. Ratusan jiwa harus berbuka puasa dan sahur seadanya di rumah-rumah tetangga dan famili terdekat. Suasana duka mewarnai hari-hari terakhir Ramadhan dan menyambut Idul Fitri 1438 H.

Dari Pidie dilaporkan, sedikitnya 21 rumah rusak di tiga gampong dalam wilayah Kecamatan Muara Tiga (Laweung) akibat puting beliung, Kamis (22/6) pukul 17.00 WIB. Aliran listrik padam.

Kerusakan terparah di Laweung tercatat di Gampong Blang Raya menghantam 18 bangunan. Selebihnya di Gampong Deah dan Gampong Suka Karya. “Rata-rata rumah mengalami kerusakan parah pada bagian atap. Ada pula yang ditimpa pohon,” kata Keuchik Gampong Blang Raya, Safwan yang ditemui Serambi di lokasi, Jumat (23/6).

Dari 18 bangunan yang rusak di Gampong Blang Raya, 16 unit rumah, satu unit balai pengajian milik Tgk Zakaria, dan satu unit tempat usaha nasi lemak milik Hasyim Sulaiman.

Belum ada laporan jumlah jiwa yang terimbas namun diperkirakan mencapai ratusan orang. Mereka harus mengungsi atau menumpang di rumah keluarga, kerabat atau famili. “Korban belum berani kembali ke rumah karena masih trauma. Aliran listrik juga belum normal,” kata Safwan.

Menurut kesaksian masyarakat, angin kencang terjadi pukul 17.00 WIB, Kamis (22/6). “Waktu itu saya baru selesai shalat Ashar tiba-tiba saya mendengar seperti suara gemuruh, lalu saya ke luar melihat atap rumah berterbangan,” kata Abdul Manaf (37), salah seorang korban.

Sekretaris Dinas Sosial Pidie, Husin Yahya SAg bersama stafnya, kemarin mengantar bantuan masa panik untuk korban angin puting beliung di Laweung. Bantuan yang didrop melalui kantor keuchik berupa telur, minyak goreng, gula pasir, daster, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Menurut Husin, ketika pihaknya mengantar bantuan tidak ada satupun perwakilan kecamatan hadir di lokasi untuk meneken serah terima bantuan. Meskipun sudah dihubungi melalui telepon, ternyata tidak ada satu pun pihak kecamatan yang datang.

“Harusnya saat bencana begini ada perwakilan kecamatan. Meskipun hari meugang harusnya tetap ke lokasi untuk melihat warga tertimpa bencana,” kata Husin menyiratkan kekecewaan.

Bireuen
Di Kabupaten Bireuen, sebanyak 15 rumah rusak berat dan ringan. Kerusakan juga dialami balai pengajian, tempat usaha, dan fasilitas umum lainnya. Tiang listrik dan beberapa jenis pohon bertumbangan.

Puting beliung menghantam desa-desa di Kecamatan Peudada sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis (22/6).

Kawasan yang terkena terjangan puting beliung di Bireuen yaitu desa-desa di Kecamatan Peudada, antara lain Paya Timu, Paya Barat, Gampong Baro, dan Meunasah Blang.

Mulyadi (30), warga Paya Timu yang rumahnya rusak tertimpa pohon mangga kepada Serambi mengatakan, saat kejadian mereka sedang berada di luar rumah menunggu saat-saat buka puasa. Tiba-tiba terdengar gemuruh disertai hancurnya bangunan. Cuaca buruk berupa angin dan hujan berlangsung hingga pukul 20.00 WIB.

Kadis Sosial Bireuen, Drs Murdani mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan korban bencana angin puting beliung di Peudada. Tim Tagana bersama Polsek Peudada serta unsur lainnya sudah turun ke lokasi namun data masih perlu diverifikasi lagi.

Menurutnya, ada belasan unit rumah yang rusak berat dan ringan tertimpa pohon kelapa dan pohon lainnya. Bantuan masa panik sudah diantar ke pihak korban.

Aceh Utara
Angin kencang disertai hujan lebat juga terjadi di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (22/6) petang. Sebuah rumah milik Rahmawati (45), warga Desa Meunasah Manyang (Km 1), rusak ditimpa pohon angsana.

Laporan sementara, angin kencang dan hujan yang melanda Lhoksukon dan sebagian Kota Lhokseumawe pada Kamis sore itu tidak banyak jatuh korban kecuali rumah milik Rahmawati di Desa Meunasah Manyang.

Informasi yang diperoleh Serambi, saat kejadian, Rahmawati tidak di rumah. Pohon angsana di samping rumah Rahmawati tumbang mengakibatkan bagian teras rumah rusak parah.

Aparat TNI dan Polri beserta tim BPBD tiba di lokasi dan langsung melakukan pembersihan. “Setelah mendapat informasi ada rumah warga yang tertimpa pohon saya langsung ke lokasi untuk memastikannya. Tapi saat saya sampai di lokasi, petugas sudah membersihkan pohon angsana itu,” kata Keuchik Meunasah Manyang, Bustami kepada Serambi, Jumat kemarin.(aya/yus/jaf) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id