Petugas PPS Serbu Pendopo | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Petugas PPS Serbu Pendopo

Petugas PPS Serbu Pendopo
Foto Petugas PPS Serbu Pendopo

* Pertanyakan Gaji dari KIP Agara

KUTACANE – Seratusan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 16 kecamatan kembali menyerbu pendopo Bupati Agara, Kamis (22/6). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan gaji yang belum dibayarkan Komisi Indenpenden Pemilihan (KIP) Agara selama dua bulan, Februari dan Maret 2017.

Dilaporkan, mereka bukan meminta tunjangan hari raya (THR), namun, gaji dua bulan. “Gaji bulan Februari dan Maret 2017 belum dibayarkan KIP dan kami minta Bupati Agara agar membayarkannya,” ujar Salihan, petugas PPS Sepakat Segenap, Kecamatan Semadam, Kamis (22/6).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Agara, Ir H Hasanuddin B MM, dibawah pengawasan petugas Satpol PP dan WH serta kepolisian. Tetapi, Bupati Agara tidak memberi komentar, kecuali

Asisten I Setdakab, Ali Surahman yang mengatakan hasil pertemuan perwakilan petugas PPS dengan Bupati Agara diteruskan ke gubernur.

“Kami harus mengirim surat ke Gubernur Aceh, terkait hasil audit Inspektorat Pusat, sehingga dapat mengusulkan kembali tambahan dana apabila tidak cukup dengan uraian dana untuk gaji PPS sudah dibayarkan,” katanya.

Menurut dia, persoalan gaji petugas PPS ini sudah menjadi tanggungjawab Pemkab Agara, padahal dalam anggaran KIP sebesar Rp 27,9 miliar, gaji petugas PPS sudah termasuk di dalamnya. Dia menduga, dana diutak-ati, sehingga gaji PPS tidak terbayar selama dua bulan yang mencapai Rp 4 miliar.

Aksi sebelumnya, seribuan petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 385 desa di 16 kecamatan melakukan demonstrasi ke Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tenggara (Agara) Selasa (2/5).

Aksi itu sempat diwarnai kericuhan, saat pendemo berupaya mendobrak pintu pagar Kantor KIP, tetapi dihadang petugas polisi dan Satpol PP. Aksi saling dorong itu menyebabkan pintu kantor KIP roboh, tetapi polisi tetap melarang demonstran memasuki kantor.

Suasana kembali tenang setelah Koordinator Aksi, Pajriansyah mengendalikan kemarahan massa yang sudah memuncak, karena gaji belum juga dibayarkan, bahkan mereka meminta diproses secara hukum atas keterlambatan pembayaran jerih payah mereka.

Pajriansyah dalam orasinya menegaskan kedatangan petugas PPS ke KIP Agara ini untuk meminta gaji selama dua bulan agar segera dibayarkan. Disebutkan, selama ini, pihak KIP terus berjanji akan membayarkan gaji pada akhir April 2017, namun, sampai saat ini belum juga dibayarkan.

Namu, Sekretaris KIP Agara, Irwandi Ramud saat menanggapi pendemo yang juga petugas PPS pada Senin (10/4) mengatakan pihaknya tidak ada lagi dana untuk membayar gaji petugas PPS. “Bagaimana mau dibayar, kita saja tidak ada uang. Mau pakai apa dibayar,” tanyanya, seraya menambahkan telah mengusulkan tambahan anggaran, karena sudah tidak ada lagi.

Ketua KIP Agara, Dedi Mulyadi saat menanggapiu tuntutan pendemo pada Sleasa (2/5) mengaku sudah memperjuangkan gaji PPS dan Sekretariat, seperti menemui TAPK Agara agar melakukan penambahan anggaran.

Sementara itu, Polres Aceh Tenggara masih menunggu hasil audit BPKP Aceh, terkait kasus dugaan korupsi gaji Panitia Pemungutan Suara (PPS) di KIP Agara Rp 4 miliar lebih dari jumlah anggaran Rp 27,9 miliar.

“Kita sudah memeriksa sejumlah saksi dari kalangan PPS dan bendahara KIP Agara,” ujar Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Gugun Hardi Gunawan, Selasa (13/6). Dia mejnelaskan gaji petugas PPS bulan Februari dan Maret 2017 yang belum dibayarkan oleh KIP masih menunggu hasil pemeriksaan internal KIP dan juga audit BPKP.(as) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id