Turunkan Kecepatan di Daerah Rawan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Turunkan Kecepatan di Daerah Rawan

Turunkan Kecepatan di Daerah Rawan
Foto Turunkan Kecepatan di Daerah Rawan

PENINGKATAN kualitas jalan dan jembatan yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk melancarkan arus transportasi dan mengurangi biaya beban transportasi. Dengan demikian, usaha transportasi masyarakat menjadi lebih efisien dan ekonomis.

Hanya saja, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh, Ir Rizal Aswandi, sarana dan prasarana jalan dan jembatan yang telah bagus dan mulus itu, banyak disalahgunakan para pengemudi. Setiap melalui jalan yang sudah bagus dan mulus teraspal, pengemudi sepeda motot maupun mobil, kerap mengebut dengan kecepatan tinggi di atas 100 kilometer/jam.

Hasil evaluasi tim Lalu Lintas Polda Aceh, kata Rizal Aswandi, kecelakaan lalu lintas kenderaan bermotor banyak terjadi pada usia muda yaitu antara 15-35 tahun. Ini disebabkan, karena usia muda dalam mengendarai sepeda motornya, selalu dengan kecepatan tinggi, suka menyalip dan memotong kendaraan dengan tidak memperhitungan keselamatan dirinya.

Padahal, lokasi itu tidak aman untuk motong kenderaan lain. Misalnya tikungan patah, sehingga ketika ada kenderaan di depannya yang berlawanan arah, pengemudi kesulitan untuk mengendalikan kendaraannya, dan terjadi tabrakan maut.

Hasil evaluasi yang dilakukan Tim Lab PUPR Aceh, kata Rizal Aswandi , jumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan yang lebar dan mulus, sangat tinggi dibandingkan pada ruas jalan yang sedikit sempit dan berlubang. Padahal kalau pengguna jalan menggunakan kecepatan kenderaan bermotornya pada angka 60-80 Km/Jam pada ruas badan jalan yang lebar dan mulus-lurus, jika ada kenderaan di depan yang berlawanan arah, bisa lebih fokus mengendalikan kenderaannya agar tidak terjadi tabrakan.

Pada tahun ini, lanjut Rizal Aswandi, ada beberapa ruas jalan nasional, sudah dilakukan pelebaran. Misalnya pada ruas jalan Beureunuen-Meureudu. Badan jalannya telah lebar 7 meter, ditambah bahu jalan kanan kiri 2 meter, luas badan jalan menjadi 11 meter.

Pemerintah membuat bahu jalan nasional kanan-kiri, masing-masing lebar 2 meter, untuk digunakan pengemudi sepeda motor. Faktanya di lapangan, banyak pengemudi sepeda motor tidak menggunakan bahu jalan itu. Mereka lebih suka menggunakan badan jalan sedikit ke tengah, padahal ruas jalan itu untuk mobil pribadi, barang, dan penumpang.

Akibat ketidakdisiplinan pengemudi, pada ruas jalan yang sudah lebar dan mulus teraspal, sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Pada kondisi normal saja, sering terjadi kecelakaan, apalagi dalam kondisi arus lalu lintas padat, pada musim mudik Lebaran ini. Jika pengemudi tidak hati-hati, peluang untuk terjadi kecelakaan lalu lintas cukup besar.

Untuk itu, kata Rizal Aswandi, jika ingin selamat tiba di tempat tujuan, turunkan kecepatan kenderaan di lokasi jalan yang padat, tikungan patah, tanjakan dan fokuskan pikiran dan mata selama mengemudi ke depan dengan tenang dan banyak bersabar.

Pengemudi juga diingatkan jangan menggunakan telepon saat mengemudi, karena bisa membuat kosentrasi pecah. Jika pikiran sudah terpecah, tidak lagi terfokus untuk keselamatan kenderaan yang sedang dikemudikan di jalan raya. (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id