Pengembangan Ibukota Pemerintahan Aceh Diseminarkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengembangan Ibukota Pemerintahan Aceh Diseminarkan

Pengembangan Ibukota Pemerintahan Aceh Diseminarkan
Foto Pengembangan Ibukota Pemerintahan Aceh Diseminarkan

BANDA ACEH – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, menggelar seminar Kajian Strategis Pengembangan Ibu kota Pemerintahan Aceh dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Rabu (21/6). Kegiatan itu bertujuan melahirkan rumusan serta langkah strategis yang berguna, sehingga dapat diaplikasikan oleh para pengambil keputusan untuk masa sekarang maupun mendatang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Zulkifli SPd MPd menjelaskan di samping seminar Kajian Strategis Pengembangan Ibukota Pemerintahan Aceh dan MEA, dalam kegiatan itu juga dibahas Kajian Akademis Aceh Nanggroe Indatu.

“Seminar Kajian Akademis Aceh Nanggroe Indatu ini juga penting. Kita harapkan dari kajian akademis Aceh Nanggroe Indatu ini lahir sebuah buku yang dapat dilihat dari semua perspektif dan diangkat dari data sejarah Aceh yang ada. Kemudian diharapkan juga muncul minat baca dan semangat menulis sejarah dan budaya Aceh ke depan,” sebut Zulkifli.

Ia menjelaskan setelah lahirnya sebuah buku yang berkaitan dengan Aceh Nanggroe Indatu, tentu perlu pengkajian dan melibatkan banyak orang yang mengerti dan memahami sejarah dan budaya Aceh, sehingga sebutnya buku tersebut akan semakin sempurna. “Berkaitan dengan Kajian Strategis Pengembangan Ibukota Pemerintahan Aceh dan MEA, perspektif akademisk lanjut Zulkifli, arah pemikiran yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Kota Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh untuk saat ini sudah sangat penat, macet di mana-mana, sehingga strategis pengembangan ibukota Provinsi Aceh sudah harus dipikirkan di luar Kota Banda Aceh,” tambah Dr Amri SE MSi, akademisi yang juga dosen Fakultas Ekonomi Unsyiah.

Ia pun menjelaskan terkait strategis pengembangan ibukota Pemerintahan Aceh itu diharapkan menjadi gebrakan bagi AmiPengembangan Ibukota Pemerintahan Aceh Diseminarkanah Usman sebagai wali kota terpilih untuk mewujudkan Kota Banda Aceh lebih tertib dan dan tertata dengan baik.

Hal tersebut menurutnya yang perlu diprioritaskan, mengingat Kota Banda Aceh sudah sangat padat dan kompleks dengan berbagai aktivitas masyarakat, pemerintahan dan swasta. “Hal yang perlu dipahami terlebih dahulu pengembangan ibu kota Pemerintahan Aceh ini di luar Kota Banda Aceh bukan mencaplok wilayah lain dan bukan pula pindah patok. Tapi, arahnya lebih kepada pembinaan sentral-santral pemerintahan dan ekonomi jangan seluruhnya tertumpu di Kota Banda Aceh,” sebut Dr Amri.

Seminar yang berlangsung di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh itu dipandu oleh dosen IAIN Ar-Raniry, Fairuz M Nur dan dihadiri para penliti, pakar hukum serta para dosen dan mahasiswa. (mir) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id