Irwandi Diharap Atasi Banjir Singkil | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Irwandi Diharap Atasi Banjir Singkil

Irwandi Diharap Atasi Banjir Singkil
Foto Irwandi Diharap Atasi Banjir Singkil

SUBULUSSALAM – Gubernur Aceh terpilih Irwandi Yusuf diharap merealisasikan pembangunan kanal Lae Mate sebagai solusi mengatasi banjir di Subulussalam dan Singkil. Harapan tersebut disampaikan aktivis Subulussalam-Singkil, Zulyadin kepada Serambi, Rabu (21/6), menjelang pelantikan Gubernur Aceh awal Juli mendatang.

Menurut Zulyadin, selama ini Subulussalam dan Singkil merupakan salah satu wilayah langganan banjir setiap tahun, khususnya di Kecamatan Runding, Longkib, Sultan Daulat, dan Kecamatan Singkil Aceh Singkil. Karenanya, untuk mencegah bencana tersebut, salah satunya melalui pembangunan kanal.

Zulyadin mengatakan, jika hanya mengandalkan dana daerah dipastikan pembangunan kanal Lae Mate tidak dapat dilaksanakan. Pemko Subulussalam tidak akan mampu membiayai pembangunan proyek yang diperkirakan menelan biaya puluhan miliar tanpa sokongan provinsi baik dana Otsus atau APBA. Karenanya, Zulyadin mewakili masyarakat Subulussalam dan Aceh Singkil meminta Gubernur terpilih Irwandi Yusuf berkenan memplot anggaran terkait pada tahun depan. “Subulussalam dan Singkil tiap tahun dilanda banjir. Untuk menanggulangi hal ini kanal Lae Mate lah solusinya, maka harapan kita kepada gubernur Irwandi bisa mengalokasikan dananya,” kata Zulyadin

Selain kanal Lae Mate, di kepemimpinan Irwandi/Nova ini juga didesak mewujudkan penyelesaian jalan Buluh Seuma Singkil, Trumon dan Subulussalam. Sebab, sejauh ini akses jalan di sana belum terkoneksi, sehingga membuat masyarakat masih mengalami kendala untuk meningkatkan perekonomiannya. Irwandi juga diharapkan mampu mewujudkan akses jalan penghubung Subulussalam-Kutacane, Aceh Tenggara, melalui Gelombang-Muara Situlen.

Hal lain yang disuarakan masyarakat paling ujung pantai barat selatan Aceh ini kepada Gubernur Aceh terpilih Irwandi peningkatan kualitas perkebunan kelapa sawit masyarakat serta menstabilkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Sawit. Selama ini, lanjut Zulyadin, harga TBS di sana masih dikendalikan oleh pihak pabrik, sehingga petani merasa dirugikan karena kerap terjadi kemerosotan harga hingga titik terendah.

Zulyadin juga meminta Irwandi agar mengevaluasi keberadaan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Subulussalam. Zulyadin meminta agar HGU yang masa berlaku izinnya akan berakhir tidak diperpanjang. “Kita minta Pak Gubernur yang baru nanti tidak mengeluarkan rekomendasi perpajangan izin HGU yang ada di Subulussalam, karena selama ini banyak perusahaan perkebunan berbenturan dengan rakyat dan melanggar hak-hak rakyat,” pungkas Zulyadin.(lid) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id