Total Kredit Fiktif Bireuen Rp 18,4 Miliar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Total Kredit Fiktif Bireuen Rp 18,4 Miliar

Foto Total Kredit Fiktif Bireuen Rp 18,4 Miliar

BANDA ACEH – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh bekerja sama dengan Polres Bireun berhasil mengungkap kasus kredit fiktif pada Bank Mandiri Bireuen. Enam dari delapan pelaku berhasil diringkus setelah terbukti memanipulasi data untuk mencairkan kredit fiktif dengan total Rp 18,4 miliar bagi 113 debitur, yakni pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bireuen sejak 2013 hingga 2014.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, Kombes Pol Joko Irwanto dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Aceh, Senin (14/3) menjelaskan, pihaknya baru meringkus enam tersangka dalam kasus ini, yakni MD (30), MNA (49), TM (36), JL (37), A (31), dan SB (47).

Sementara, dua tersangka lainnya saat ini masih berada di Bireuen. Keduanya merupakan oknum pejabat di Bireuen yang sementara waktu memohon ditunda pemeriksaannya guna menyelesaikan berbagai kegiatan di Bireuen. “Keduanya masih berada di sana (Bireuen) karena ada tugas. Kita pastikan setelah semua tugas keduanya selesai akan segera kita panggil untuk keperluan penyelidikan,” kata Joko Irwanto.

Menurut keterangan polisi, salah satu pelaku, yakni MD, diketahui merupakan mantan Mikro Kredit Sales (MKS) bank tersebut yang telah bekerja sama dengan tersangka lainnya untuk memuluskan modus operandi mereka.

“Untuk sementara kita duga kredit ini diberikan dengan sengaja dan mengabaikan prinsip kehati-hatian serta pencatatannya dilakukan dengan tidak sesuai. Ini akan kita selidiki lagi nantinya,” kata Joko.

Ia jelaskan, kasus tersebut berlangsung sejak tahun 2013 hingga 2014 dengan cara memanipulasi data pemberian kredit bagi PNS atau kredit serbaguna mikro (KSM) terhadap lima instansi di Pemkab Bireuen melalui bank tersebut. Adapun jumlah data debitur yang dimanipulasi pelaku sebanyak 113 debitur.

Ia juga menyebutkan, jumlah dana kredit yang diajukan per debitur sangat bervariasi. “Ada yang sampai 200 juta rupiah dan ada pula yang di bawah itu. Semua dokumen terhadap pengajuan kredit SKM itu dimanipulasi dengan cara di-scan, seperti KTP, SK, surat-surat penting dan semua persyaratan lainnya di-scan,” kata Joko.

Seperti diberitakan sebelumnya sesuai dengan amatan Serambi, para tersangka diboyong ke Mapolda Aceh pada Jumat (11/3) berikut dengan barang bukti. Kemarin, dalam konferensi pers barang bukti yang berhasil disita adalah enam unit mobil dengan jenis berbeda, satu unit CPU, 36 akta jual beli sertifikat tanah, dokumen terkait kredit, dan sejumlah alat print dan alat untuk scan (pemindai).

Joko menyebutkan, semua tersangka dibidik dengan dua tindak pidana sekaligus, yaitu tindak pidana perbankan Pasal 49 ayat (1), Pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 dan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 dan 56 KUHPidana. “Perbuatan mereka ini diancam dengan hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun untuk kasus tindak pidana perbankan. Sedangkan untuk kasus pencucian uang ancaman hukuman lima tahun penjara denda satu miliar, 20 tahun penjata dan denda Rp 10 mliar,” ujar Joko. (dan) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id