Butuh Tambahan Mobil Jenazah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Butuh Tambahan Mobil Jenazah

Butuh Tambahan Mobil Jenazah
Foto Butuh Tambahan Mobil Jenazah

JUMLAH mobil pengantar jenazah yang dimiliki RSUZA saat ini memang banyak, mencapai 20 unit. Jenis mobilnya juga beragam dari berbagai merek, mulai Volkswagen, Pregio, Mitsubisi L300, Mazda, Isuzu, Daihatsu, Suzuki APV dan lainnya.

Wadir Pelayanan RSUZA, dr Azharuddin mengatakan, dari 20 unit mobil jenazah yang dimiliki RSUZA, hanya lima unit yang layak operasi. Sementara sisanya sudah tidak layak jalan, karena sudah beberapa kali pernah mogok di jalan saat mengantar jenazah ke berbagai kabupaten/kota, sehingga harus dicari gantinya di tengah jalan.

Azharuddin mengatakan, dirinya selaku Wadir Pelayanan kerap menerima komplain dari keluarga pasien. Mereka tak mau menerika ketika melihat mobil ambulans yang akan mengantarkan jenazah keluarganya, dalam kondisi jelek dan sudah keropos. Sementara dua mobil jenazah yang baru hampir tidak pernah berhenti bertugas mengantar jenazah.

Menurut Azharuddin, usia mobil jenazah yang terdapat di RSUZA, umumnya sudah di atas 10 tahun. Ia kerap menerima laporan, mobil ambulans yang sedang membawa jenazah mogok di tengah jalan.

Ia menyebutkan contoh, pada minggu lalu, pihaknya mendapatkan laporan tiga kasus mogok mobil jenazah yang bertugas ke wilayah pantai utara-timur, yaitu tepatnya di kawasan gunung Seulawah, Aceh Besar. Sementara minggu sebelumnya, dua kasus mogok terjadi di kawasan gunung Gurutee, Kulu, dan Paro, saat ambulans mengantarkan jenazah ke wilayah pantai barat selatan.

Karena itu, pada saat pertemuan dengan Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Wadir Pelayanan RSUZA, dr Azharuddin, menyarankan agar ada usulan pengadaan mobil jenazah, dalam penyusunan RAPBA 2018. “Total mobil ambulans yang dibutuhkan sekitar 10 unit, lima unit untuk ambulans angkut jenazah dan lima unit lagi ambulans untuk angkut pasien parah,” ujarnya.

Alasannya, kata Azharuddin, setiap bulan, tidak kurang antara 200-250 pasien rujukan dari RSU kabupaten/kota yang berstatus sekarat, meninggal dunia di RSUZA, karena penyakitnya sudah parah saat dibawa ke RSUZA. “Kalau sudah meninggal dunia, untuk pemulangan jenazahnya ke kampung halaman sudah menjadi urusannya RSUZA. Untuk itu, perlu tambahan mobil ambulans jenazah minimal 5 unit,” tutur Azharuddin. (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id