Forkab Minta Mualem tak Ikut Campur Kasus Pemukulan Bardan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Forkab Minta Mualem tak Ikut Campur Kasus Pemukulan Bardan

Foto Forkab Minta Mualem tak Ikut Campur Kasus Pemukulan Bardan

BANDA ACEH – Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Provinsi Aceh tidak menerima Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem disebut jadi penengah dalam persoalan kasus pemukulan anggota DPRA, Bardan Sihidi. Bahkan, Forkab meminta Mualem tidak ikut campur dalam persoalan tersebut karena itu bukan kewenangannya.

“Sebaiknya Mualem jangan mencari sensasi dan pencitraan dengan pura-pura menjadi penengah kasus yang menimpa anggota kami. Sebab, sebelum Mualem ikut campur dalam urusan ini, DPD Forkab Aceh Tengah dan DPP Forkab Provinsi Aceh telah membangun komunikasi dengan saudara Bardan Sahidi,” kata Juru Bicara Forkab Aceh, Joni Singa Temieng melalui rilis kepada Serambi, Senin (14/3).

Menurutnya, proses mediasi damai tersebut terjalin dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan salinan foto copy surat perjanjian damai yang diterima DPP Forkab Aceh dari Koordinator Wilayah Tiga. “Surat perjanjian ini ditandatangani oleh pihak pertama Muhammad Safi’i, pihak kedua Bardan Sahidi, dan para saksi yang terdiri atas Ahmadi, Salaman, Syukurdi M, dan Heri Riswandi,” ujarnya.

Surat tersebut, tambahnya, juga ditandatangani oleh Kepala Desa (Reje) Kampung Blang Kolak dan Reje Kampung Takengon Timur. Begitu juga, Bardan Sahidi telah mencabut laporan di Polres Aceh Tengah pada 27 Febuari 2016. “Dengan sendirinya proses mediasi itu telah selesai. Jadi sebaiknya Mualem itu jangan sok jadi pahlawan kesiangan,” ungkap Joni Singa Temieng.

Sebelumnya diberitakan, Mualem mengatakan dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memediasi kasus pemukulan Bardan Sahidi. Mualem, berharap kasus tersebut bisa secara damai serta ditangani secara adat. “Yang sabar. Saya akan memediasi agar kasus ini cepat selesai,” kata Muzakir Manaf, Sabtu (12/3), saat menjenguk dua anggota Forkab Aceh Tengah yang masih ditahan di Mapolres Aceh Tengah.

Informasi yang disampaikan Humas Pemerintah Aceh melalui siaran pers juga menyebutkan, Ketua Forkab Aceh Tengah, Muhammad Syafii, mengaku terharu melihat Mualem datang menjenguk dirinya. Kalau pun tak bisa secara adat, kata Syafii, ia meminta Wakil Gubernur untuk membantu kasus ini selesai hingga ke pengadilan. “Saya ini menyesal Mualem. Saya sudah minta maaf dan menempuh jalur damai. Mohon dibantu,” ujarnya.(mas) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id