Tiga Bupati Senior Masuk Bursa Balon Wagub Zaini | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiga Bupati Senior Masuk Bursa Balon Wagub Zaini

Foto Tiga Bupati Senior Masuk Bursa Balon Wagub Zaini

BANDA ACEH – Tiga bupati senior di Aceh, yakni HT Zulkarnaini (Bupati Nagan Raya), Ir Nasaruddin (Bupati Aceh Tengah), dan Ir Hasanuddin Beruh (Bupati Aceh Tenggara), masuk dalam daftar bursa bakal calon wakil gubernur Aceh yang akan digandeng oleh bakal calon incumbent, dr H Zaini Abdullah dalam Pilkada 2017.

Selain tiga bupati senior itu, Zaini yang sudah menyatakan diri akan maju melalui jalur independen, juga membidik HT Machsalmina (bupati Aceh Selatan dua periode), Dermawan (Sekda Aceh saat ini), Prof Dr Samsul Rizal (Rektor Unsyiah), Irjen Pol Husein Hamidi (Kapolda Aceh), dan beberapa nama dari kalangan eks petinggi GAM.

Nama-nama figur tersebut diungkap dr Zaini Abdullah menjawab Serambi usai rapat tentang rencana pemuatan pengumuman lelang proyek APBA 2016 di media cetak, di Meuligoe Aceh, Minggu (13/3).

Zaini Abdullah mengatakan, nama-nama yang masuk dalam bursa bakal cawagubnya itu merupakan hasil penjaringan awal dari tim suksesnya. Dari sejumlah nama itu, nama tiga bupati senior mendapat pertimbangan khusus, mengingat calon yang akan maju dari jalur independen harus segera mengumumkan pasangannya, untuk keperluan pengumpulan bukti dukungan (KTP) dari masyarakat.

Jika memilih pasangan dari kalangan PNS, maka Zaini harus menunggu revisi UU Pilkada yang diperkirakan baru akan dibahas di DPR RI pada bulan April 2016. Sementara berdasarkan Undang-undang, pengumpulan bukti dukungan warga (fotokopi KTP) harus disebutkan bahwa dukungan itu diberikan dengan menyebut nama calon gubernur dan calon wakil gubernur.

“Insya Allah dalam dua minggu ini, kita akan membicarakan kembali dengan tim sukses tentang calon wakil yang cocok dan tepat,” ungkap Doto Zaini.

Ia menyatakan, wakil gubernur yang akan mendampinginya nanti, hendaknya orang yang bisa dipercaya, patuh, taat, serta loyal. Ia tidak ingin pemerintahan ke depan akan kembali retak sejak awal memerintah.

Menurut Zaini, keretakan hubungan dengan wakilnya sangat tidak memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam bekerja. Meski, secara fisik tidak terjadi kegaduhan, tapi psikologis, kurang aman dan nyaman.

Karena itu, kata gubernur, dirinya akan lebih ekstra hati-hati lagi dalam memilih wakil. “Pilih wakil pasangan yang tepat, bisa mempermudah kemenangan dalam Pilkada. Salah pilih wakil, dukungan bisa berkurang. Sementara persaingan dan kompetisi antar pasangan calon gubernur dan wagub, dalam Pilkada 2017 mendatang sangat ketat,” ujarnya.

Catatan Serambi, selain Zaini Abdullah, saat ini juga sudah muncul sejumlah nama yang sudah menyatakan diri akan maju dalam Pilkada 2017. Mereka adalah, Muzakir Manaf (Wakil Gubernur Aceh saat ini), Irwandi Yusuf (mantan gubernur Aceh), Zakarya Saman (mantan Menhan GAM), Tarmizi Karim (mantan pj gubernur Aceh, Kaltim, dan Kalsel), T M Nurlif (Ketua DPD Partai Golkar Aceh), dan Ir Abdullah Puteh, mantan gubernur Aceh.

Terkait masuknya nama Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi dalam bursa cawagub incarannya, Zaini Abdullah mengatakan, Husein Hamidi menjadi pertimbangan karena yang bersangkutan diperkirakan akan memasuki masa pensiun pada Agustus 2016.

Sedangkan terkait nama beberapa birokrat, seperti Prof Dr Samsul Rizal (Rektor Unsyiah), dipertimbangkan sehubungan dengan akan direvisinya UU Pilkada 2015 pada bulan depan. Salah satu poin yang dipertimbangkan untuk direvisi adalah tentang syarat pengunduran diri PNS atau pun anggota legislatif yang mencalonkan diri dalam Pilkada.

Syarat ini membuat Pilkada serentak 2015 lalu, sepi dari keikutsertaan para birokrat dan anggota legislatif. Kini, setelah adanya wacana untuk merevisi pasal tersebut, menimbulkan harapan bagi kalangan birokrat dan anggota legislatig dapat kembali meramaikan bursa pilkada.

Kepala Biro Pembangunan Setda Aceh, Nurchalis adalah salah satu figur pejabat yang secara terbuka menyatakan maju dalam Pilkada 2017 setelah adanya revisi UU Pilkada tersebut adalah Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Nurchalis SP MSi.

“Saya akan maju sebagai calon Bupati Nagan Raya, begitu revisi UU Pilkada itu selesai dan ketuk palu. Saya akan bertarung secara sehat, demokrasi, dan terhormat,” ujar Nurchalis kepada Serambi, Minggu (13/3).

Sementara di kalangan politisi, keinginan maju dalam pilkada Aceh diungkap oleh anggota DPR RI, M Nasir Jamil, yang berasal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Kalau revisi UU Pilkada itu telah selesai, peluang saya maju akan lebih besar,” kata M Nasir Jamil kepada Serambi via sms, pekan lalu.(her) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id