Penyidik Polisi Periksa 16 Keuchik   | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penyidik Polisi Periksa 16 Keuchik  

Penyidik Polisi Periksa 16 Keuchik   
Foto Penyidik Polisi Periksa 16 Keuchik  

* Kasus OTT di Kantor Camat Ingin Jaya 

BANDA ACEH – Penyidik Polres Aceh Besar sedang merampungkan berkas perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Ikram (41) pegawai Kantor Camat Ingin Jaya, Aceh Besar, yang tertangkap pada Selasa 30 Mei 2017 lalu, sekitar pukul 09.30 WIB di kantor camat setempat.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto SH melalui Kasat Reskrim AKP Machfud SH MM, kepada Serambi, Sabtu (17/6) menyebutkan, pascapenangkapan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Mukim Gampong (Kasie PMMG) Kecamatan Ingin Jaya itu tim penyidik telah memintai keterangan sebanyak 16 orang keuchik, serta Camat Ingin Jaya.

“Keuchik yang dimintai keterangan itu ada sekitar 16 orang, khusus  yang telah pernah menyerahkan dana gampong kepada Ikram yang saat itu berdalih uang tersebut akan dikembalikan lagi pada saat keuchik mengembalikan berkas pertanggungjawaban dana gampong,” pungkas Machfud.

Sejauh ini ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Besar ini, dalam kasus pungli tersebut baru melibatkan Ikram. Tidak tertutup kemungkinan ada keterlibatkan pihak-pihak lainnya. “Informasi dan kerja sama dari semua pihak sangat kami harapkan. Dan Tim Saber Pungli Aceh Besar hingga detik ini terus bekerja dan memantau berbagai aktivitas mulai di level desa, kecamatan sampai di tingkat pemerintahan,” demikian AKP Machfud.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Saber Pungli Aceh Besar menangkap Ikram (41), pegawai Kantor Camat Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (30/5) sekitar pukul 09.30 WIB. Ikram yang menjabat Kasie PMMG Kecamatan Ingin Jaya itu, tertangkap tangan saat melakukan transaksi dengan Darni Yunus (37), Bendahara Gampong Dham Pulo, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar di salah satu ruangan Kantor Camat Ingin Jaya.

Penangkapan Ikram yang dituduh memungli dana desa melalui sejumlah gampong saat pengembalian berkas pertanggungjawaban dana gampong tahun 2017 waktu itu, dipimpin Kasat Intelkam, Iptu Supriadi SSos, sebagai Kasubsatgas Deteksi Pungli dan Kasat Reskrim AKP Machfud SH MM, Kasubsatgas Gakkum Satgas di Tim Saber Pungli Aceh Besar. “Tindakan yang dilakukan Ikram, tidak ada dasar hukum dan permintaan uang dari sejumlah desa yang telah dia lakukan inisiatif dari dirinya sendiri. Uang pungli dari pemotongan dana gampong itu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, salah satunya membayar kredit di salah satu bank,” pungkas AKBP Heru waktu itu.(mir) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id