Provinsi Harus Tangani Jalur Alternatif | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Provinsi Harus Tangani Jalur Alternatif

Provinsi Harus Tangani Jalur Alternatif
Foto Provinsi Harus Tangani Jalur Alternatif

* Untuk Kelancaran Arus Mudik

BANDA ACEH – Jalur alternatif sebelah utara Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen, sampai kini belum nyaman untuk dilalui. Penyebabnya, jalan berlubang, bergelombang, dan di bagian pinggirnya masih labil. Akibatnya, jalur itu rawan kecelakaan, apalagi masa mudik Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, saat banyak kendaraan melintasi jalur tersebut.

Untuk kelancaran arus mudik tahun ini, anggota DPRA meminta provinsi ikut menangani jalan tersebut. “Kami mendesak dinas terkait di provinsi untuk menangani jalur tersebut. Anggarannya kan bisa dipakai dana tanggap darurat,” kata Anggota Komisi IV DPRA, Saifuddin Muhammad kepada Serambi di Banda Aceh, Sabtu (17/6).

Menurut Saifuddin, penanganan itu sebaiknya dilakukan sebelum Lebaran. Sehingga akan mudah dilalui masyarakat saat hari raya nanti. Apalagi, kata Ketua Fraksi NasDem DPRA ini, lalu lintas warga menjelang, saat, dan sesudah Lebaran akan meningkat drastis dibanding biasanya. “Kami, saat pansus beberapa waktu lalu sudah melihat kondisi jalur alternatif itu,” kata pria yang akrab disapa Ayah Fud ini.

Jika penanganan secara permanen seperti diaspal hotmix tak mungkin dilakukan lagi karena Lebaran tinggal beberapa hari lagi, menurut Ayah Fud, dinas terkait di provinsi bisa menangani jalan itu dengan cara melakukan pengerasan, memadatkan bagian pinggir, serta meratakan permukaan jalan yang berlubang dan bergelombang. “Jika ini dilakukan, jalur itu akan mudah dilalui oleh warga saat Lebaran nanti,” ungkap politisi NasDem dari daerah pemilihan Bireuen ini.

Selain untuk kelancaran arus lalu lintas saat mudik dan arus balik tahun ini, tambah Saifuddin, perbaikan jalur alternatif sebelah utara itu mendesak dilakukan untuk menghindari banyaknya pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor yang melawan arus melalui jalan alternatif sebelah selatan Krueng Tingkeum.

“Karena malas melintasi jalur alternatif sebelah utara yang berlubang dan bergelombang, selama ini banyak pengendara sepmor dari arah Banda Aceh menerobos jalur alternatif dari Simpang Gle Kapai, Matang Glumpang Dua menuju ke Kutablang. Kondisi ini rawan kecelakaan. Sebab, jalur alternatif sebelah selatan itu khusus untuk kendaraan dari arah Medan menuju Banda Aceh,” katanya.

Selain itu, anggota DPRK Bireuen M Yusuf Adam meminta pemerintah dan pihak terkait memasang lampu penerangan di jalur alternatif. Sebab, pada malam hari di sepanjang jalur alternatif itu gelap sehingga membayahakan pengguna jalan. “Kita sangat was-was saat melintas malam hari, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri, rawan kriminalitas,” katanya.

Sekjen DPD Partai Nasdem Bireuen itu juga meminta dinas terkait menyiagakan alat berat di jalur alternatif sebelah utara Krueng Tingkeum. “Kalau tidak ada beko atau buldoser yang standby di jalur alternatif yang belum diaspal itu, dikhawatirkan saat musim hujan banyak mobil yang tersangkut dan menyebabkan kemacetan,” kata Yusuf.

Sementara di jalur alternatif sebelah selatan yang ruas jalannya sudah teraspal, harus dilakukan pelebaran birem jalan agar jalan tidak terlalu sempit.

Untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik pada Hari Raya Idul Fitri, pemerintah akan menyiagakan alat berat greder atau beco di jalur alternatif Kreung Tingkeum, Kutablang, Bireuen. Hal itu disampaikan Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kasat Lantas AKP Yasnil Akbar Nasution SIK usai rapat koordinasi dengan seluruh jajaran dan dinas terkait di Mapolres Bireuen, Jumat (16/6).

Rapat itu dipimpin Kabag Ops Polres Bireuen, Kompol M Rasyid dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Bireuen, Kadis Kesehatan Bireuen, RAPI, Sub Denpom, Kodim 0111/Bireuen dan sejumlah elemen lainnya termasuk Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Bireuen. “Selain alat berat, juga kita tempatkan anggota polisi di sejumlah titik rawan laka lantas, termasuk di lintas Bireuen-Takengon,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Polres Bireuen menempatkan petugas di Simpang Gle Kapai, Kecamatan Peusangan, untuk menghalau atau melarang kendaraan dari arah Banda Aceh masuk melalui jalur itu. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan lalu lintas di jalur selatan yang dikhususkan untuk kendaraan dari arah Medan ke Banda Aceh.

“Mencegah timbulnya kemacetan dan masalah lainnya, kendaraan dari arah Banda Aceh ke Medan dilarang melewati jalur selatan. Di Simpang Gle Kapai akan dijaga petugas Dishub dan polisi,” kata Kadisbhub Bireuen, Mulyadi SE kepada Serambi.

Beberapa waktu lalu, katanya, memang diberi kelonggaran bagi kendaraan yang masuk ke jalur selatan. Namun sejak kemarin diputuskan melarang total kendaraan dari arah Banda Aceh masuk ke jalur tersebut. Sementara kendaraan warga setempat akan ditempeli stiker khusus.

“Kami imbau pengendara dari Banda Aceh tidak masuk ke jalur ini. Mari sama-sama kita saling menjaga dan mematuhi aturan agar semua berjalan aman dan tertib,” demikian Kasidhub Bireuen, Mulyadi.(jal/c38/yus) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id