Polisi Periksa Tetangga dan Teman Guru Honorer | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Periksa Tetangga dan Teman Guru Honorer

Polisi Periksa Tetangga dan Teman Guru Honorer
Foto Polisi Periksa Tetangga dan Teman Guru Honorer

* Untuk Mengungkap Siapa Pembunuh

SUKA MAKMUE – Kasus pembunuhan Masdiana (27), guru honorer asal Desa Alue Teungoh, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, hingga Jumat (16/6) masih misteri. Belum terungkap siapa pelaku maupun apa motif utamanya.

Aparat kepolisian terus bekerja ekstra untuk mengungkap siapa pelaku yang menyebabkan nyawa Masdiana melayang dan jasadnya ditemukan dalam keadaan bugil di rumahnya saat suaminya berada di tempat kerja.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi SH MH yang ditanyai Serambi, Jumat (16/6) siang, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan terkait kematian Masdiana yang diduga korban perampokan. “Masih kita periksa saksi-saksi, khususnya tetangga korban,” kata Mirwazi.

Namun, keterangan sementara, tetangga korban mengaku tidak mendengar ada teriakan dari dalam rumah ketika korban dihabisi pelaku.

Guna mengungkap fakta lain, polisi hingga kemarin masih meminta keterangan sejumlah rekan korban, khususnya kalangan guru, di tempat Masdiana mengajar.

Kapolres juga belum bisa memastikan apakah kematian korban terkait dendam pelaku atau ada masalah lain. Namun, pihaknya memastikan dua handphone milik korban hilang dan diduga dibawa kabur oleh pelaku. Sedangkan harta benda lainnya, seperti perhiasan, laptop, dan uang tunai Rp 10 juta, masih tersimpan di dalam lemari kamar tidur korban.

Tidak diperkosa
Kapolres Mirwazi menambahkan, berdasarkan hasil visum et repertum yang diperoleh polisi dari dokter, jenazah Masdiana dipastikan sebelum dibunuh, tidak mengalami kekerasan seksual berupa perkosaan.

“Jadi, lendir di kelamin korban itu murni lendir karena diduga korban tewas dicekik, bukan sperma,” tegasnya.

Namun, dalam kasus ini polisi mendapatkan petunjuk lain, yaitu sebelum korban dibunuh dengan cara dicekik, korban diduga sempat dipukul dari arah belakang oleh pelaku menggunakan benda tumpul.

Hal itu dibuktikan dengan adanya bekas lebam yang ditemukan polisi di bagian belakang tubuh korban, persisnya di bagian tengkuk.

“Pendeknya masih kita kumpulkan bukti dan tanyai saksi-saksi, semoga pelakunya bisa segera terungkap,” tandas Mirwazi.

Diberitakan kemarin, Masdiana, guru honorer yang merupakan warga Desa Alue Teungoh, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana, Kamis (15/6) sekira pukul 09.00 WIB.

Sumber-sumber Serambi menyebutkan, jasad korban ditemukan oleh suaminya, Junaidi, di dalam rumah mereka dengan mulut terbuka dan mengeluarkan darah segar.

Saat kejadian, suaminya masih di perkebunan sawit tempatnya bekerja. Ia pulang mengantar jamur yang ia panen di pangkal pohon-pohon sawit. Namun, saat dipanggil dari teras rumah istrinya tak menyahut. Lalu Junaidi masuk dari pintu belakang yang ternyata terbuka. Sesampai di dalam rumah, Junaidi kaget mendapati istrinya tak lagi bernyawa, bugil, dan dari mulutnya ke luar darah, tapi sudah mengering. (edi) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id