Kasus Penganiayaan Santri Diselesaikan Secara Damai | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kasus Penganiayaan Santri Diselesaikan Secara Damai

Kasus Penganiayaan Santri Diselesaikan Secara Damai
Foto Kasus Penganiayaan Santri Diselesaikan Secara Damai

* Hasil Mediasi di Mapolres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Orang tua santri yang menjadi korban penganiayaan dan orang tua santri yang melakukan penganiayaan di Dayah Modern Yayasan Pendidikan Arun (Yapena), sepakat menyelesaikan kasus itu dengan berdamai. Kesepakatan itu diperoleh dalam mediasi yang digelar di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (16/6).

Informasi yang diperoleh Serambi, isi kesepakatan damai antara lain, keluarga santri terlapor atau yang melakukan penganiayaan wajib membayar kompensasi biaya pengobatan para korban. Selain itu, delapan santri senior yang sebelumnya dikeluarkan dari dayah, boleh melanjutkan pendidikan di dayah tersebut.

Sementara bagi santri korban penganiayaan, bila tidak mau lagi melanjutkan pendidikan di dayah tersebut, maka pihak dayah bersama orang tua santri senior wajib mengembalikan uang pembangunan para santri junior yang dibayar saat masuk dulu. Setelah semua kompensasi itu diselesaikan, pihak yang melapor wajib mencabut laporan di Polres setempat.

Pantauan Serambi, proses mediasi dipimpin Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha. Mediasi dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB. Setelah ada kesepakatan, selanjutnya para wali santri bersalam-salaman. Saat itu, para wali santri ada yang menangis terharu, karena lega kasus itu bisa diselesaikan dengan baik dan damai.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha mengatakan, pihaknya meminta item-item dalam kesepakatan damai itu diselesaikan oleh masing-masing pihak. Setelah semua selesai, baru pihak yang melapor membawa surat pencabutan laporan polisi.

Bersyukur
Sementara Pimpinan Dayah Yapena, H Zainal Yacob bersyukur kasus itu bisa diselesaikan secara damai. Kasus itu menjadi pelajaran penting dan menjadi pengalaman bagi yayasan untuk terus meningkatkan pengawasan. “Kita akan terus tingkatkan pengawasan supaya hal serupa tidak sampai terulang lagi,” kata Zainal.

Seperti diberitakan, sejumlah santri kelas satu Madrasah Tsanawiyah dayah Yapena, Rabu (17/5) malam dianiaya oleh sejumlah santri kelas dua Madrasah Aliyah. Sejumlah orang tua yang tidak menerima anaknya dianiaya, pada Jumat (19/5), melapor ke Polres Lhokseumawe.(bah) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id