Banyak Proyek APBA tak Beres | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Banyak Proyek APBA tak Beres

Banyak Proyek APBA tak Beres
Foto Banyak Proyek APBA tak Beres

* Laporan Pansus DPRA dalam Sidang Paripurna

* Gubernur Minta Izin Tinggalkan Sidang

BANDA ACEH – Sidang Paripurna Istimewa DPRA tentang LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2016, Kamis (15/6), banyak membeberkan temuan tentang tidak beresnya pekerjaan di lapangan. Temuan tersebut disampaikan 10 Panita Khusus (Pansus) DPRA berdasarkan temuan di masing-masing daerah pemilihan.

Sidang tersebut dibuka dan dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi, setelah sebelumnya sempat diskor beberapa menit karena jumlah anggota dewan yang hadir masih sedikit. Sidang juga dihadiri Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar, anggota Muspida, dan Kepala SKPA.

Setelah mencabut skors, pimpinan sidang kemudian mempersilahkan Juru Bicara Pansus I, Sulaiman Ali, untuk menyampaikan hasil laporan pansus di tiga daerah, meliputi Kota Banda Aceh, Kota Sabang, dan Kabupaten Aceh Besar.

Sulaiman Ali dalam laporannya kemudian membeberkan sejumlah temuan, di antaranya terkait pembangunan gedung Sekretariat Wali Nanggroe. “Atap dan plafonnya banyak bocor, belum berkualitas, sementara anggarannya cukup besar mencapai Rp 31 miliar,” ungkap Sulaiman Ali.

Temuan lainnya adalah pembangunan Gedung Sekolah SMK Penerbangan di Blang Bintang, Aceh Besar, yang dinilainya belum layak untuk boarding school, mengingat fasilitasnya yang masih sangat minim. Ia juga menyorot pembangunan Lapangan Golf di Lampuuk, Aceh Besar, yang telah menelan dana cukup besar, mencapai Rp 52 miliar. “Apakah (lapangan golf) akan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat?” tanya Juru Bicara Pansus I tersebut.

Usai Sulaiman Ali menyampaikan laporan, giliran berikutnya diberikan kepada Juru Bicara Pansus 10, yang meliputi Aceh Jaya, Meulaboh, Nagan Raya, dan Simeulue. Pansus 10 dalam laporannya juga banyak menyorot proyek-proyek yang pengerjaannya tidak tuntas dan kurang berkualitas, seperti pembangunan jembatan Kartika, infrastuktur jalan, dan beberapa proyek lainnya.

Pimpinan Sidang selanjutnya memberi kesempatan kepada Pansus 2 yang meliputi wilayah Pidie. Namun baru beberapa menit Juru Bicara Pansus, Makrum, berbicara, Gubernur Zaini meminta izin untuk meninggalkan ruang sidang dengan alasan banyak agenda kegiatan lain yang mendesak untuk dikerjakan. Posisi Gubernur selanjutnya digantikan oleh Sekda Aceh, Dermawan.

Meski tanpa Gubernur, sidang paripurna tetap dilanjutkan hingga selesai. Ketua DPRA, Muharuddin, dan Wakil ketua III, Dalimi, yang tiba belakangan mengharapkan agar temuan Pansus tersebut ditindaklanjuti oleh Gubernur melalui masing-masing SKPA.

Sementara itu, terkait sikap Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, yang meminta izin meninggalkan ruang sidang saat pembacaan laporan Pansus, mengundang pertanyaan dari sejumlah anggota dewan.

Seorang anggota DPRA mengatakan, meski masa jabatan gubernur Zaini tinggal 10 hari lagi, gubernur tetap harus mendengarkan semua laporan hasil Pansus APBA 2016.

DPRA dia katakan, melakukan Pansus untuk menindaklanjut Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur 2016 yang telah disampaikan beberapa minggu lalu kepada DPRA.

“Apa karena beliau sudah tidak tahan lagi mendengar laporan temuan pansus?” tanyanya. Juru Bicara Pansus Pansus 2, Makrum, juga ikut mengkomentari sikap Gubernur. “Baru dua pansus baca laporan temuan, gubernur sudah minta izin keluar ruang sidang,” tutur Makrum seusai menyampaikan hasil laporan pansus.(her) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id