Tersangka Pembakar UGL Jadi Empat Orang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tersangka Pembakar UGL Jadi Empat Orang

Tersangka Pembakar UGL Jadi Empat Orang
Foto Tersangka Pembakar UGL Jadi Empat Orang

* Jadi Tahanan Polres Agara

KUTACANE – Tersangka pembakaran gedung auditorium Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) bertambah menjadi empat orang, dari sebelumnya hanya satu mahasiswa. Polisi telah menetapkan FS sebagai tersangka kasus pembakaran yang terjadi pada demo Senin (22/5) untuk menuntut perubahan fasilitas kampus.

Kapolres Agara, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi kepada Serambi, Kamis (15/6) mengatakan berdasarkan hasil penyidikan, maka empat mahasiswa yang melakukan demo sebagai tersangka dan telah ditahan di sel Mapolres. “Kemungkinan, tersangka akan bertambah dan kamis akan segera menuntaskan kasus pembakaran kampus UGL tersebut,” katanya.

Sebaliknya, prihal pengelolaan dana hibah yang diterima pihak yayasan belum ada tindak lanjut yang merupakan tuntutan para mahasiswa. Demikian juga persoalan lainnya yang melilit Kampus UGL Kutacane, mulai dari fasilitas kampus sampai pendukung lainnya.

Insiden penangkapan empat mahasiswa itu, terkait ratusan mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Aceh Tenggara (Agara), Senin (22/5) mengamuk atas tidak tranparannya pihak rektorat dan yayasan atas dana bantuan dan lainnya. Aksi demo itu di tengah-tengah ramainya para mahasiswa lainnya telah menyebabkan gedung auditorium dan aula kampus hangus terbakar.

Demo yang berujung anarkis ini menuntut adanya transparansi dana hibah untuk UGL Kutacane dari 2015 hingga 2017 sebesar Rp 5 miliar per tahun. Tetapi, mereka menilai dana itu tidak digunakan untuk peningkatan fasilitas kampus, selain uang kuliah juga masih tinggi.

Mereka juga mempertanyakan dana pengabdian masyarakat dan penelitian, termasuk pemotongan gaji dosen kontrak. Bahkan, beasiswa S3 yang disalurkan kepada tiga dosen tidak berjalan, karena yang bersangkutan tidak melanjutkan perkuliahan.

Presiden Mahasiswa (Presma) UGL Kutacane, Muhammad Yusuf didampingi sejumlah mahasiswa lainnya kepada Serambi, Senin (22/5) mengatakan: “Ada dugaan korupsi di UGL, seperti penggunaan dana hibah yang tidak transparan, selain dana lainnya.”

“Uang kuliah per semester masih tinggi, capai Rp 2 juta, tetapi fasilitas kampus minim, seperti kursi, jaringan Wifi dan lainnya,” jelasnya. Sedangkan Rektor UGL Kutacane, Dr Ahaddin MEd secara terpisah mengaku tidak mengetahui dana hibah dan lainnya yang diterim yayasan, karena masuk ke rekening yayasan.(as) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id