Simpang Punge Butuh Traffic Light | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Simpang Punge Butuh Traffic Light

Simpang Punge Butuh Traffic Light
Foto Simpang Punge Butuh Traffic Light

BANDA ACEH – Warga meminta Pemko Banda Aceh melalui dinas terkait untuk memasang traffic light atau lampu lalu lintas di Simpang Punge, kawasan Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Sebab, di tempat itu sering macet parah terutama pada jam sibuk. Bahkan, akibat kondisi persimpangan yang semrawut, tak jarang terjadi kecelakaan antarsepeda motor.

Ida Royani, warga Punge Blang Cut kepada Serambi, Rabu (14/6) mengatakan, Simpang Punge sudah lama dikenal sebagai lokasi rawan kecelakaan, karena persimpangannya tak beraturan. “Saya berharap Pemko memikirkan solusi untuk simpang itu. Minimal dipasang lampu lalu lintas agar masyarakat bisa tertib,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan pengendara sepmor asal Keutapang, Fitri. “Saya selalu pelankan motor kalau melintas di Simpang Punge. Sebab, kendaraan lain bisa datang tiba-tiba dari arah berbeda,” ujarnya.

Amatan Serambi, Simpang Punge sering macet parah pada pagi dan sore hari, terutama saat masyarakat pergi dan pulang dari rutinitasnya.

Kadis Perhubungan Banda Aceh, Muzakkir Tulot MSi melalui Kabid LLA, M Zubir menjelaskan, wacana pemasangan lampu lalu lintas di Simpang Punge pernah muncul saat pihaknya berdiskusi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) I Wilayah Aceh pada Oktober 2016.

“Tapi, pemasangan lampu lalu lintas di Simpang Punge akan membuat keadaan makin parah. Sebab, jalan di sekitar simpang itu sempit-sempit,” kata Zubir. Dengan ada lampu lalu lintas, menurutnya, akan timbul masalah baru yaitu akan terjadi kemacetan panjang di jalan masuk ke Punge Blang Cut dan Lampaseh.

Untuk jangka pendek, ia menawarkan agar di simpang itu dipasang kereb (beton pracetak pemisah jalan) dari depan Kantor RRI hingga ke batas median Simpang Punge. “Di jembatan juga harus dipasang kereb, agar tidak ada yang memutar,” jelasnya.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, lanjut Zubir, pemerintah harus melebarkan jalan dan jembatan di sebelah rumah dinas Pangdam IM yang saat ini cukup sempit. Untuk merealisasikan hal itu, tambah Zubir, Dishub harus berkoordinasi dengan BPJN I Wilayah Aceh terlebih dulu. Sebab, Jalan Sultan Iskandar Muda merupakan jalan nasional.(fit) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id