Wali Kota Subulussalam Murka | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Wali Kota Subulussalam Murka

Wali Kota Subulussalam Murka
Foto Wali Kota Subulussalam Murka

* BPBD tak Kerja Maksimal

SUBULUSSALAM-Wali Kota Subulussalam H Merah Sakti, SH menyatakan kekecewaannya atas kondisi fasilitas pemadam kebakaran yang mengalami kerusakan dan tidak layak pakai. “Terus terang, kasus kebakaran Cepu Indah kali ini mungkin puncak kemarahan saya. Saya akan ambil tindakan,” tegas Merah Sakti, SH kepada Serambi, Rabu (14/6).

Merah Sakti mengakui kasus kebakaran Subulussalam selalu menimbulkan persoalan akibat tidak maksimalnya fasilitas pemadam di daerah tersebut. Kondisi ini, menurut Sakti, telah terjadi sejak lima tahun silam kala kebakaran di Penanggalan. Karenanya,ia merasa perlu melakukan evaluasi terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam.

Merah Sakti menuturkan berbagai kasus fasilitas pemadam berada dalam kmondisi rusak saat dibutuhkan untuk memadamkan apai. Seperti kasus kebakaran Desa Suka Maju (Gelombang), Kecamatan Sultan Daulat, di mana armada pemadam harus didorong hingga ke lokasi bencana.

Lalu, kata Walkot Sakti, kasus kebakaran pertama di Cepu Indah, Oktober 2016 juga bermasalah. Selanjutnya, kasus kebakaran di Simpang Unaya dekat Teriminal Subulussalam hingga berujung pelemparan kaca mobil pemadam kebakaran.

Kasus terakhir, lanjut Sakti, saat kebakaran pada Minggu (11/6), pemadam kebakaran juga bermalasah, air tidak bisa disemprotkan. Jika pompa air dalam kondisi baik, katanya, tembakan air akan kencang, bahkan selangnya tidak dapat dipapah dua orang. Tapi, nyatanya, air yang disemprotkan kecil, bahkan tidak muncrat, sehingga kalah oleh kobaran api.

Terhadap hal inilah, Walkot Merah Sakti menyatakan kecewa dan marah terhadap persoalan yang timbul tersebut. Dia mengaku akan segera menyidak BPBD Subulussalam, memeriksa fasilitas pemadam kebakaran, dan lainnya.

Tidak hanya fasilitas pemadam, Merah Sakti pun menegaskan akan mengevaluasi para personel BPBD, termasuk posisi jabatan Kepala Pelaksana (Kalak). “Semua akan dievaluasi, termasuk struktur BPBD, haru segera dibenahi,” ujarnnya.

Pada bagian lain, Merah Sakti menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak Bukaka selaku penyedia fasilitas pemadam kebakaran. Sebab, selain pengadaan satu unit pemadam kebakaran, Pemko Subulussalam juga akan merehab unit yang rusak. Pemadam kebakaran di Sultan Daulat akan direhab dan diganti dengan yang baru.

Diakui, terkadang memang ada dilemma ketika berbagai program mendesak diajukan harus dipangkas, bahkan dihapus lantaran tidak sejalannya eksekutif dengan legislatif. Sejatinya, kata Sakti, dalam program kebutuhan publik seperti pemadam kebakaran harus diperioritaskan.

Pihak legislatif, lanjut Sakti, harus sejalan dengan eksekutif. Akibatnya pembangunan empat unit hydrant pemadam tidak terakomodir. Demikian halnya PDAM Subulussalam tidak maksimal lantaran berbagai kebutuhan untuk itu tidak diakomodir.

Seperti diberitakan, dalam kurun delapan waktu bulan terakhir ini, Kota Subulussalam dilanda lima kali bencana kebakaran. Kasus terakhir terjadi di Dusun Cepu Indah, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Minggu (11/6). Sebanyak 18 unit rumah musnah terbakar, dan 14 lainnya rusak parah akibat dibongkar untuk memutus lalapan si jago merah.(lid) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id