DPR Ultimatum Pertamina | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

DPR Ultimatum Pertamina

DPR Ultimatum Pertamina
Foto DPR Ultimatum Pertamina

* Terkait Kelangkaan Premium di Aceh

BANDA ACEH – Kelangkaan bahan bakar jenis premium (bensin) dan solar di Aceh, ternyata menjadi perhatian khusus Komisi VI DPR RI. Selasa (13/6) kemarin, anggota komisi ini langsung melakukan kunjungan kerja ke PT Pertamina (Persero) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), mereka kemudian mengingatkan Pertamina agar bisa mengatasi persoalan tersebut.

Demikian antara lain dikatakan Anggota Komisi VI DPR RI asal Aceh, Fadhlullah saat diwawancarai Serambi melalui telepon, seusai kunjungan kerja tersebut. Dek Fad–panggilan akrab Fadhlullah–ikut dalam kunjungan kerja itu bersama anggota lainnya. Ia juga menyoal langsung apa sebenarnya kendala yang dialami Pertamina dalam pasokan premium dan solar ke Aceh selama ini.

“Sudah kita ingatkan tadi, kita katakan kepada Direksi Pemasaran Pertamian Pusat dan General Manager Pertamina Sumabagut, agar selama Ramadhan hingga seusai Lebaran tidak ada bahan bakar yang macet (pasokannya) ke Aceh, baik premium maupun solar. Kita ingatkan, jangan sampai tidak ada atau langka di SPBU-SPBU di Aceh, itu sudah kita ingatkan,” kata Dek Fad.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno. Katanya, Komisi VI memang sangat fokus terkait kelangkaan bahan bakar yang terjadi di Aceh baru-baru ini. Dek Fad sendiri merasa harus ditangani segera karena persoalan langkanya bahan bakar jenis premium dan solarr menjelang Lebaran merupakan persoalan serius yang harus diselesaikan segera.

“Bagaimanapun, premium dan solar, dua jenis bahan bakar yang masih diminati masyarakat, karena keduanya masih disubsidi pemerintah, cukup meringankan masyarakat. Jika dua ini langka, saya rasa ini akan berpengaruh ke masyarakat,” kata Dek Fad.

Dalam lawatan kerja kemarin, lanjut Dek Fad, Direksi Pemasaran Pertamina Pusat dan General Manager PT Pertamina Sumbagut menjamin bahwa stok bahan bakar jenis premium, solar, dan jenis lainnya untuk Aceh, tersedia hingga mudik Lebaran Idul Fitri nanti. “Mereka sudah menjamin bahan bakar untuk Aceh cukup dan tersedia hingga Lebaran, ini janji mereka. Semoga benar dan tidak terjadi lagi kelangkaan premium dan solar di SPBU di Aceh,” ucapnya.

Jika memang nanti premium dan solar kembali habis, setidaknya bahan bakar jenis lain seperti pertalite masih tersedia dan tidak terjadi kelangkaan bahan bakar, mengingat mobilitas masyarakat saat Lebaran sangat tinggi. Dek Fad mengatakan, untuk bahan bakar jenis premium dan solar memang mulai dikurangi pasokannya untuk beberapa wilayah di Indonesia.

“Khusus untuk Pulau Jawa dan Bali, premium dan solar memang sudah ditiadakan, ini sesuai dengan Perpres 191 Tahun 2014. Tapi ini belum berlaku untuk Aceh, mereka tadi juga bilang begitu, insya Allah premium dan solar tetap ada di Aceh, dan mereka sudah menjaminnnya,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini kembali menegaskan, jika memang Pertamina ingin mengalihkan masyarakat di Aceh untuk menggunakan bahan bakar jenis pertalite, agar tidak dilakukan saat ini, bersamaan dengan moment Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri. Jika premium benar-benar langka, otomatis angkutan umum terpaksa menggunakan pertalite atau pertamax, ini tentu akan berpengaruh pada kenaikan harga angkutan umum yang beroperasi jelang dan usai lebaran. “Jadi sekali lagi kita minta, agar tidak memaksa masyarakat gunakan pertalite. Pertamina, jangan cari kesempatan dalam kesempitan,” sebut Dek Fad.

Lantas, bagaimana jika kelangkaan premium dan solar kembali terjadi di SPBU di Aceh menjelang Lebaran, Dek Fad memastikan pihaknya akan kembali mempertanyakan hal ini. Namun, katanya, sesuai dengan yang telah dijanjikan hari ini (kemarin-red) kepada Komisi VI, tidak mungkin akan terjadi kelangkaan lagi, karena Pertamina sudah menjamin ketersedian stok hingga Lebaran nanti.

“Kalau langka lagi, berarti ini kesalahan dari Pertamina provinsi (Aceh) yang tidak mampu mengelola stok bahan bakar yang disuplai ke Aceh,” demikian Fadhlullah. (dan) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id