Pertamina jangan Bohongi Rakyat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pertamina jangan Bohongi Rakyat

Pertamina jangan Bohongi Rakyat
Foto Pertamina jangan Bohongi Rakyat

BANDA ACEH – Pihak DPRA angkat bicara soal makin langkanya bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. “Kalau memang premium tidak lagi disubsidi pemerintah dan pertamina merasa rugi, umumkan secara terbuka, jangan bohongi rakyat dengan berbagai macam alasan.” kata Ketua DPRA, Tgk Muharuddin.

Muharuddin mengatakan itu kepada Serambi, Selasa (13/6) menanggapi sering kosongnya stok premium di SPBU sejak bulan terakhir. Menurut Muharuddin, saat Pertamina memperkenalkan Pertalite dengan harga Rp 6.900/liter pada Desember 2016, masyarakat menerima. Selain kualitasnya lebih baik, perbedaan harga dengan premium hanya Rp 450/liter, karena harga premium waktu itu Rp 6.450/liter.

“Waktu itu tebusan premium oleh SPBU ke Pertamina belum dibatasi, jadi keluhan masyarakat belum terasa seperti sekarang. Kalau diminta 24 ton dikirim 24 ton,” kata Muharuddin.

Kondisi sekarang, lanjut Muharuddin, harga pertalite Rp 7.500/liter atau selisih dengan premium Rp 1.050/liter. Ini sangat memberatkan masyarakat, terutama pemilik sepeda motor.

Pihak Pertamina, mulai Maret sampai Juni 2017, menurut penjelasan pengusaha SPBU telah mengurangi suplai premium mencapai 50 persen bahkan ada yang diberi jatah cuma 30-40 persen dari suplai normalnya 100 persen.

Misalnya, ditebus 24 ton tapi tebusan yang diberikan hanya 8 ton. Premium sebanyak 8 ton hanya cukup untuk kebutuhan satu hari dan untuk minta lagi, baru dikirim pada hari kedua dengan jumlah yang sama 8 ton.

Terkait masalah ini, pihak DPRA akan menyurati bahkan menjadwalkan berkunjung langsung ke Dirut Pertamina dan Menteri ESDM di Jakarta.

Harus jujur
Ketua Komisi II DPRA, Nurzahri didampingi Wakil Ketuanya Ramadhana Lubis mengatakan, Pertamina harus jujur dan transparan mengenai kebijakan membatasi suplai BBM jenis premium ke SPBU.

Pemerintah memang tidak lagi mensubsidi BBM jenis premium, kebijakannya sekarang Pertamina ditugaskan untuk mendistribusikannya.

Kalau dalam pendistribusiannya Pertamina merasa rugi, sampaikan kepada pemerintah dan stop penyaluran premium, gantikan dengan pertalite, tapi harganya harus sama seperti saat Pertamina memperkenalkan jenis BBM itu kepada masyarakat pada Desember 2016 yaitu Rp 6.900/liter.

“Kalau memang Pertamina mau menghapus jenis BBM premium, sampaikan secara jujur kepada masyarakat, Jangan seperti sekarang, Pertamina dan pemerintah seperti banci, takut menyampaikan kepada publik karena takut dituding Pemerintah Pusat bersama Pertamina menaikkan harga BBM,” kata Nurzahri.

Dijelaskannya, BBM jenis premium memang telah dipecah menjadi tiga jenis, yaitu pertalite, pertamax, dan pertamax jumbo dengan harga yang lebih tinggi dari premium.

Contohnya, pertalite Rp 7.500/liter. Tapi karena harganya terlalu tinggi dan sudah tidak ekonomis lagi untuk kegiatan jasa transportasi barang dan penumpang, masyarakat kembali mencari BBM yang harganya lebih terjangkau, yaitu premium Rp 6.450/liter. Namun, suplai premium ke SPBU telah dibatasi atau diturunkan mencapai 50 persen lebih dari kondisi normalnya.(her) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id