Kota Sigli Semrawut | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kota Sigli Semrawut

  • Reporter:
  • Rabu, Juni 14, 2017
Kota Sigli Semrawut
Foto Kota Sigli Semrawut

SIGLI – Panitia khusus (Pansus) I DPRK Pidie menilai kondisi Kota Sigli sebagai ibukota Kabupaten Pidie masih sangat semrawut, akibat penataan dan penertiban di dalam kawasan kota belum maksimal.

Kesemrawutan kota terlihat dari pembangunan kios yang tidak tertata di sepanjang jalan depan terminal lama, buruknya drainase yang membuat sering membuat badan jalan tergenang, areal parkir kendaraan roda dua di jalan Muhammadiyah dan Peukan Pidie tidak ditata dengan baik, ditambah lagi masih banyaknya berkeliaran hewan ternak.

“Pemkab harus mampu menertibkan hewan ternak yang berkeliaran di dalam kota, karena hal ini sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga,” kata Ketua Pansus I DPRK Pidie, Tgk H Ismail Abubakar, saat menyampaikan hasil Pansus terhadap persiapan pembahasan LKPJ 2016 di Kantor DPRK Pidie, Selasa (13/6)

Satpol PP dan dinas terkait harus bertanggung jawab untuk menertibkan hewan ternak dan memberi sanksi pemilik ternak yang tidak mengindahkan aturan. Apalagi selama ini, hewan ternak itu bebas berkeliaran di ruas jalan protokol, bahkan di depan Meuligoe Bupati dan Wakil Bupati.

“Kami menilai dinas terkait tidak berani menertibkan hewan ternak di jalan, padahal pembiaran ini telah merenggut banyak nyawa. Kami heran, qanun tentang penertiban hewan ternak telah lama ditetapkan, tapi kenapa Pemkab tidak menjalankan amanah qanun tersebut,” ujarnya

Ia menyesalkan, qanun yang diajukan eksekutif itu malah dijadikan pajangan, tanpa mampu diimplementasikan. “Untuk apa juga SKPK mengusulkan dibahas qanun penertiban hewan ternak ini?,” tukasnya.

Selain itu, ia juga meminta Pemkab menertibkan mobil barang (mobar) yang masih membongkar muatan di pinggir jalan nasional. Sehingga ruas jalan menjadi sempit. Padahal terminal mobil barang telah dibangun di kawasan Keunire.

“Semua truk harus membongkar barang di terminal itu, dan dinas harus mengarahkan truk tersebut. Petugas jangan hanya duduk di kantor,” tegasnya.

Sekretaris Pansus I DPRK Pidie, Siti Hawa, menambahkan bahwa pembongkaran median jalan nasional di depan SPBU Pulo Pisang, juga tak bisa dibiarkan. “Pembongkaran median jalan itu sangat bertentangan dengan aturan, karena mengundang bahaya bagi pengguna jalan,” katanya.

Apalagi di jalan dua jalur dua itu, melintas bus berbadan besar dan truk lebar sarat muatan. “Sebelum merenggut jiwa warga, median jalan yang sudah dibongkar ini harus segara ditutup kembali,” desaknya.(naz) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id