Tiga Pria Diduga Culik Mahasiswa Tanah Luas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiga Pria Diduga Culik Mahasiswa Tanah Luas

Tiga Pria Diduga Culik Mahasiswa Tanah Luas
Foto Tiga Pria Diduga Culik Mahasiswa Tanah Luas

* Disandera karena Utang Teman

LHOKSUKON – Tiga pria yang mengendarai mobil Toyota Avanza hitam pada Minggu (11/6) sekitar pukul 21.00 WIB diduga menculik Hendri Irawan (26). Mahasiswa asal Desa Cibrek, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara itu diculik di kawasan Simpang Rangkaya Kecamatan Tanah Luas. Pelaku juga menganiaya dan menyekap korban serta merampas handphone dan uangnya. Polisi masih menyelidiki motif kejahatan ini.

Hendri yang kemudian berhasil melarikan diri dari kawalan penyekapnya kepada Serambi kemarin mengaku, sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu, ia ditelepon seseorang yang belum dikenalnya. Pria yang meneleponnya minta bertemu langsung dengan Hendri di Simpang Rangkaya. Tanpa pikir panjang, Hendri langsung tancap gas naik sepeda motor (sepmor)-nya ke lokasi yang disepakati.

Sesampai di Simpang Rangkaya, ia melihat seorang pria berbadan tegap turun dari mobil Avanza hitam. “Ia langsung menanyakan keberadaan Ihsan kepada saya,” kata Hendri saat ditemui Serambi di Mapolsek Tanah Luas.

Lalu dengan buru-buru pria itu mengajak Hendri naik ke dalam mobil menuju warung Kopi Maliki, tak jauh dari lokasi keduanya bertemu.

Karena curiga, Hendri menolak naik mobil, apalagi ia bisa naik sepmornya menuju warung tersebut. “Tapi tiba-tiba satu pria lagi turun dari mobil. Kemudian mereka berdua memegang kedua tangan saya, dan menarik saya ke dalam mobil setelah memukul perut saya.

Saat itu saya masih sempat berteriak minta tolong,” ujarnya.

Lalu, pria yang bertindak jadi sopir langsung memacu Avanza tersebut ke arah jalan Simpang Ceubrek, Kecamatan Syamtalira Aron. “Saat di mobil posisi saya ditelungkupkan, sehingga tak tahu lagi ke arah mana mobil tersebut melaju. Di dalam mobil itu mereka menuduh saya menyembunyikan Ihsan, sehingga saya dipukul lagi,” ujar Hendri.

Lalu, siapa Ihsan yang dimaksud para pria yang menculik Hendri itu? Ihsan adalah pemuda asal Kecamatan Matangkuli yang dikenal Hendri sekitar empat bulan lalu. “Pengakuan mereka, Ihsan pernah mengutang 6 juta rupiah pada salah satu mereka. Lalu mereka menagihnya ramai-ramai. Mereka juga beralasan bahwa Ihsan tak bisa dihubungi karena handphone-nya tidak aktif, karena itu mereka menculik saya sebagai pengganti Ihsan,” beber Hendri.

Ketika dibawa paksa, Hendri mengaku sempat mempertanyakan kenapa ia yang jadi korban, padahal yang tersangkut utang-piutang dengan para pria itu adalah Ihsan. “Tapi mereka tetap menyebutkan bahwa saya menyembunyikan Ihsan. Itu hanya karena pada sore itu saya sempat mengantar Ihsan dari Simpang Rangkaya ke Desa Rayeuk Kuta (Tanah Luas),” ujar Hendri.

Tapi persoalan utang tersebut Hendri mengaku tak pernah tahu. Lalu sesampai di sebuah rumah berkonstruksi beton, ia disekap dalam kamar rumah itu yang dijaga dua pria. Sedangkan seorang lagi pergi lagi ke kawasan Simpang Rangkaya. “Saya mendengar percakapan via handphone dengan dua pria yang menjaga saya,” kata Hendri.

Di kawasan Simpang Rangkaya ternyata informasi tentang penculikan itu cepat menyebar sampai ke polsek dan Polres Aceh Utara. Tak lama kemudian warga bergerak untuk berdiri di simpang jalan guna menyergap mobil tersebut. Tapi sopir mobil itu berbelok ke jalan sawah yang hanya bisa dilewati satu mobil. Saat melintasi jalan sempit itu, dua pria selain sopir turun untuk memandu jalan.

Mereka juga memaksa Hendri untuk menghubungi orang tuanya dan mengabarkan bahwa ia diculik karena persoalan utang. Penculik baru akan membebaskan Hendri setelah menyerahkan uang tebusan Rp 10 juta. Tapi tak lama kemudian mereka membawa Hendri masuk lagi ke dalam mobil, lalu mobil bergerak menuju kawasan Tanah Pasir.

“Tiba-tiba dari belakang ada mobil yang mengejar mobil pelaku dari jarak sekitar 100 meter. Mereka melaju kencang dan sempat beberapa kali mematikan lampu untuk menghilangkan jejak, tapi tak berhasil,” katanya.

Sesampai ke jalan buntu, ketiga pria di dalam mobil yang membawa Hendri bergegas turun. Mobil mereka tinggalkan begitu saja. Tapi Hendri ditarik untuk turun dari mobil oleh dua pria tersebut dan terus diapit. Sedangkan satu pria lainnya lari terpisah.

Saat itu suasana gelap dan tiba-tiba ketiga pria tersebut terperosok di dalam saluran air. Kedua pria yang mengawal Hendri pun langsung kabur. “Nah, kesempatan itulah yang saya gunakan untuk lari. Tak lama kemudian saya ke luar dan berjalan pelan-pelan di dalam semak-semak. Setelah itu saya melihat cahaya senter HP, ternyata polisi telah menemukan saya,” kata Hendri. Lalu ia langsung dibawa ke Polsek Tanah Luas.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Yussyah Riyandi kepada Serambi menyebutkan, setelah mendapat informasi tentang kejadian itu petugas langsung bergerak ke lokasi untuk dan mengejar pelaku, sehingga polisi berhasil menyelamatkan korban. Tapi para pelaku berhasil kabur.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kita belum bisa menyimpulkan motifnya apakah karena utang-piutang atau karena persoalan lain. Untuk proses penyelidikan selanjutnya, petugas akan terus mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mengungkap apa sebetulnya motif penculikan itu dan siapa pelakunya,” pungkas Kapolsek Tanah Luas. (jaf) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id