Pertamina Batasi Penyaluran | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pertamina Batasi Penyaluran

Pertamina Batasi Penyaluran
Foto Pertamina Batasi Penyaluran

KETUA Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Aceh, Faisal Budiman mengatakan, kelangkaan bahan bakar jenis premium yang sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Aceh karena Pertamina mulai membatasi pengiriman jenis bahan bakar tersebut ke SPBU.

“Kelangkaan premium terjadi pada hari Sabtu sampai Senin, karena tebusan premium yang dilakukan pengusaha SPBU pada hari Jumat atau Sabtu, baru diantar oleh Pertamina hari Senin siang atau Senin sore,” ungkap Faisal kepada Serambi, Senin (12/6).

Selain pengiriman telat dari Pertamina, faktor lain yang sering membuat premium habis di SPBU adalah volume yang dikirim dari Depo Pertamina di Krueng Raya jauh di bawah yang diorder. Dia menyontohkan, sebuah SPBU di Banda Aceh menebus premium kepada Pertamina sebanyak 24 ton pada hari Sabtu. Akan tetapi, yang dikirim Pertamina ke SPBU hanya 8 ton pada Senin siang atau sore. Volume premium sebanyak itu hanya cukup untuk penyaluran satu hari. Setelah itu, harus menunggu hingga dua hari ke depan.

Menurut Faisal, pihak SPBU sendiri tidak dirugikan dengan pembatasan ini, karena ada alternatif lain seperti pertalite, pertamax, dan pertamax jumbo meskipun harganya sedikit lebih mahal dari premium.

Harga premium di SPBU sekarang ini Rp 6.450/liter, partalite Rp 7.500/liter, pertamax Rp 8.350/liter, dan pertamax jumbo Rp 9.350/liter. Menurut dia, menjual BBM jenis pertalite keuntungannya lebih besar dari premium. Pertalite dapat keuntungan Rp 325/liter, sementara premium sebesar Rp 275/liter.

Jadi, kata Faisal Budiman, kalau stok premium habis di SPBU, permintaan partalite akan naik. Ini artinya, pengusaha tidak dirugikan dengan langkanya BBM jenis premium. Toh, warga tidak mungkin memarkirkan kendaraan lantaran premium tidak ada di SPBU. Akibat sering langkanya BBM jenis premium itu di SPBU, kata Faisal Budiman, dirinya sebagai Ketua Hiswana Migas Aceh sering mendapat SMS dan WA dari anggotanya SPBU dari kabupaten/kota. Mereka mempertanyakan kepada pengurus Hiswana Migas Aceh soal suplai dari Pertamina yang terus menurun hingga 50 persen akhir-akhir ini.

Pada tahun 2016, lanjut Faisal, pada saat harga pertalite masih Rp 6.900/liter dan premium Rp 6.450/liter, konsumen tidak begitu mempermasalahkan ketika stok premium habis.

Namun, kini dengan harga pertalite yang semakin mahal, kehabisan stok premium sangat menyulitkan warga, khususnya mereka yang tergolong ekonomi menengah ke bawah. “Konsumen mobil premium mempertanyakan kepada petugas SPBU, kok di luar Aceh suplai premium masih normal, tapi di Aceh sejak Januari 2017 malah dikurangi oleh Pertamina sampai 50 persen,” kata Faisal lagi.

Hiswana Migas Aceh, kata Faisal, sudah pernah mempertanyakan kepada pihak Pertamina di Aceh, namun belum mendapatkan jawaban.(her) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id