Alquran Mewujudkan Kebangkitan Muslim | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Alquran Mewujudkan Kebangkitan Muslim

Alquran Mewujudkan Kebangkitan Muslim
Foto Alquran Mewujudkan Kebangkitan Muslim

Oleh Teuku Zulkhairi

DUNIA Islam sejak lebih dari satu abad yang lalu mengalami berbagai masalah yang cukup krusial. Berbagai konflik internal dan goncangan eksternal menyebabkan kaum muslimin belum juga mampu bangkit secara meyakinkan. Bahkan ironisnya, umat Islam tertindas di berbagai penjuru dunia. Di Aceh, misalnya, meskipun syariat Islam telah lebih satu dekade diberlakukan, namun ketimpangan masih terjadi di berbagai sektor yang menunjukkan Alquran belum terimplementasi secara meyakinkan di setiap tatanan kehidupan.

Alquran sebagai kitab suci umat Islam sesungguhnya merupakan petunjuk utama untuk mewujudkan kebangkitan umat. Umat Islam terdahulu telah menjadikan Alquran sebagai prototype, inspirasi dan sekaligus ruh perjuangan mereka, dimana hasilnya mereka mampu mengukir kegemilangan peradaban mereka dengan tinta emas. Kalau kita membaca sejarah perjuangan umat Islam terdahulu, maka kisah kejayaan mereka adalah kisah sangat identik dengan ruh Alquran.

Hal ini sebenarnya tidaklah mengherankan, Alquran sendiri diturunkan untuk membimbing manusia untuk menjadi petunjuk dunia dan akhirat. Allah Swt berfirman, “Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 2). Ya, Alquran adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa untuk bagaimana membangun peradaban Islam di dunia ini, sekaligus memastikan kebahagiaan untuk kehidupan setelah kematian. Jadi, Alquran bukan hanya berpahala bagi yang membacanya, namun juga akan berjaya bagi yang mengamalkannya.

Sebaik-baik petunjuk
Jika hari ini kita diliputi oleh berbagai problematika kehidupan, sosial budaya, ekonomi, politik dan seterusnya, sebenarnya Alquran adalah jawaban atas problematika tersebut. Tidak ada keraguan sama sekali bahwa Alquran menyediakan jalan keluar atas sekecil apapun masalah yang dihadapi umat Islam. Petunjuk Ilahiyah dalam Alquran tentu saja sebaik-baik petunjuk. Rasulullah saw mengatakan, “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, maka kalian tidak akan pernah sesat selama-lamanya, yaitu Alquran dan Sunnah RasulNya.”

Oleh sebab itu, peringatan Nuzulul Quran (turunnya Alquran) yang saban tahun kita peringati setiap bulan Ramadhan, sudah seharusnya kita peringati secara mendalam, yaitu bagaimana sebaiknya kita merintis kejayaan dan kebangkitan dengan petunjuk Alquran secara totalitas. Jika hari ini kehidupan pribadi kita dan kehidupan berbangsa mengalami berbagai problematika, maka yakinlah bahwa hanya dengan kembali kepada Alquran sebagai jalan keluarnya. Apakah kita masih ragu? Mungkin keraguan itulah yang seharusnya kita kikis habis sehingga yang tinggal adalah keyakinan sempurna.

Para ilmuan telah menjadikan Alquran sebagai rujukan dalam berbagai proyek penelitian ilmiah. Ayat-ayat Alquran dirasakan sangat relevan dengan perkembangan sains dan teknologi. Bayangkan, Alquran telah merekam dengan sangat jelas bagaimana kejadian banjir pada masa Nabi Nuh as, yang hari ini kapal Nuh kita ketahui telah ditemukan. Para ilmuan juga menemukan adanya sungai di dasar laut sebagaimana yang diceritakan dalam surat Ar-Rahman.

Bahkan, seorang ilmuwan (ahli bedah) Prancis, Maurice Bucaille (1920-1998), dalam penelitian ilmiahnya terhadap jasad Fir’aun, ia sampai pada kesimpulan bahwa Fir’aun mati karena tenggelam di lautan. Lalu pertanyaan yang dimunculkan Bucaille, bagaimana jasad yang dibalsem itu bisa bertahan ribuan tahun? Jawaban Alquran dalam surat Yunus terhadap pertanyaan ini akhirnya membuat Bucaille masuk Islam.

Alquran juga memberikan jawaban yang sangat jelas dalam berbagai hal yang tidak sanggup dipikirkan oleh manusia. Alquran memperjelas tentang tata surya, penciptaan bumi, matahari, bulan, keseimbangan alam dan berbagai persoalan sains lainnya, sesuatu yang membuktikan bahwa kitab suci ini betul-betul berasal dari Sang Pencipta Alam Semesta.

Jika para ilmuwan bisa menjadikan Alquran sebagai rujukan dalam penelitian ilmiahnya sehingga mampu menjawab apa yang sebelumnya menjadi kebinungan manusia, lalu mengapa dalam segi pembangunan bangsa kita tidak menjadikan Alquran sebagai rujukan, apalagi di tengah berbagai problem-problem dalam pembangunan menuju Aceh yang berkemajuan?

Jika Alquran memberikan jawaban atas problem-problem di dunia sains dan teknologi yang kemudian memberikan pencerahan kepada para ilmuan, lalu mengapa kita tidak menjadikan Alquran sebagai inspirasi dan prototype dalam membangun dunia ini? Pertanyaan yang lebih konkret, mengapa kita tidak sepenuhnya kembali kepada Alquran (dan juga hadis) dalam menyelenggarakan berbagai agenda pembangunan, khususnya kita di Aceh?

Alquran sebagai pedoman hidup bagi manusia, sesungguhnya ia membimbing kita untuk berhasil dalam bidang apapun. Dalam struktur kehidupan sosial kemasyarakatan, Alquran memberikan kita gambaran yang sangat jelas bagaimana strategi menuju masyarakat yang madani dan berperadaban, masyarakat yang aman, damai dan tenteram. Alquran dalam surat al-Hujarat misalnya, Allah menegaskan tentang bagaimana sikap seorang muslim dalam menerima berita, kewajiban umat Islam untuk mendamaikan saudaranya yang berkonflik, bahwa orang-orang beriman itu sesungguhnya adalah saudara.

Kemudian juga ditegaskan larangan untuk mengolok-olok, larangan memanggil dengan gelar yang buruk. Juga ditegaskan larangan untuk berprasangka buruk kepada sesama muslim, larangan mencari-cari kesalahan orang lain, larangan menggunjing sebagian yang lain dan sebagainya. Bahkan, di level bernegara, juga ditegaskan bahwa kita memang diciptakan Allah Swt berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk tujuan agar saling mengenal, bukan saling memusuhi. Dan ditegaskan bahwa yang terbaik di antara kita adalah yang paling bertakwa.

Jalan sempurna
Sementara itu, dalam surat an-Nahl ayat 90, Alquran juga menegaskan perintah Allah Swt kepada kita berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Begitu juga dalam ayat-ayat lain di mana secara sangat gamblang Allah Swt menunjukkan jalan yang sempurna bagi umat Islam menuju kehidupan yang tenteram di dunia dan jaminan keselamatan kelak di akhirat.

Kalau kita perhatikan, hampir semua problem sosial kemasyarakatan hari ini terjadi karena larangan-larangan tersebut dilanggar. Begitu banyak perintah-perintah dalam Alquran yang tidak dihiraukan. Artinya, ruh Alquran belum berhasil membumi dalam semua lapisan masyarakat dan kaum elitnya yang akibatnya berbagai konflik menyelimuti kehidupan sosial masyarakat. Padahal, Rasulullah saw telah memberikan keteladanan yang paripurna bagaimana nilai-nilai Qurani itu dijalankan dalam kehidupan umatnya.

Alquran yang diperjelas dengan penjelasan Nubuwah juga menegaskan pentingnya umat Islam memelihara ukhuwah (persaudaraan) antarsesama, bahwa umat Islam itu ibarat tubuh yang satu sehingga tidak ada sekat teritorial di antara mereka, juga larangan berpecah-belah serta perintah untuk bersatu di atas jalan Islam. Dengan penjelasan Alquran semacam ini, kita bisa memahami luasnya persaudaraan umat Islam, sehingga sudah seharusnya penderitaan umat Islam di berbagai penjuru dunia menggugah kesadaran kita untuk berempati dan menolong sesama semampu kita dan semaksimalnya.

Alquran juga mendorong kita untuk menginfakkan harta di jalan Allah, membantu sesama, di mana balasannya akan berlipat-lipat sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandung seratus biji (QS. al-Baqarah: 261). Bukan hanya itu, dalam bidang politik, Alquran dan juga hadis juga berbicara geopolitik global yang mesti dipahami umat Islam, pendidikan yang ideal hingga sistem ekonomi yang mampu memastikan kesejahteraan umat manusia.

Dengan petunjuk Alquran, Rasulullah saw dan para sahabatnya telah berhasil membawa bangsa Arab –yang tadinya merupakan bangsa terbelakang– menjadi kampiun dalam hal peradaban. Jazirah Arab yang tadinya tandus dan gersang dari nilai-nilai peradaban, akhirnya berubah menjadi “mercusuar” dalam lapangan ilmu dan peradaban. Maka tidak heran jika beberapa abad kemudian Francis Bacon (1561-1626), seorang sarjana Barat ketika melihat abad kegelapan di Barat mengatakan, “Kita (bangsa Barat) tidak akan pernah bisa maju sebelum menguasai bahasa Arab”.

Oleh sebab itu, tantangan bagi kita saat ini adalah bagaimana membumikan Alquran dalam setiap sendi kehidupan sehingga umat ini bangkit meraih kejayaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Sesungguhnya, dunia ini diciptakan untuk kita, dan kita untuk akhirat. Maka Alquran adalah sebaik-baik petunjuk hidup kita di dunia agar ia juga membantu kita kelak di akhirat. Wallahu a’lam bishshawab.

* Teuku Zulkhairi, M.A., Sekjend Pengurus Wilayah Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (PW Bakomubin) Aceh. Email: [email protected] (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id