40 Perserta Ikut Pelatihan Mubaligh Muda | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

40 Perserta Ikut Pelatihan Mubaligh Muda

40 Perserta Ikut Pelatihan Mubaligh Muda
Foto 40 Perserta Ikut Pelatihan Mubaligh Muda

URI.co.id, BANDA ACEH – Sebanyak empat puluh peserta yang berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM), PD Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammdiyah dan Mahasiswi Akbid Muhammadiyah mengikuti pelatihan mubaligh muda yang digelar DPD IMM Aceh, Senin – Selasa (12-13/6/2017) di Aula Akbid Muhammadiyah Banda Aceh.

Ketua Panitia, Ikbal Ramzani P, Senin (12/6/2017) mengatakan, pelatihan mubaligh muda sangat penting dilakukan dalam menyiapkan kader yang dipersiapkan mengisi ceramah minimal kuliah tujuh menit (kultum).

Apalagi di bulan Ramadhan, baik di masjid maupun di musala sering ada jadwal untuk memberikan kultum bagi pemuda dan remaja.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi peserta dan dapat menghidupkan dakwah kembali,” ungap Ikbal Ramzani P.

Ketua DPD IMM Aceh, Mizan Aminuddin mengatakan, generasi sekarang tidak boleh disibukan dengan teknologi digital, sehingga mengabaikan tindakan selaku manusia dalam berdakwah.

Dakwah itu, katanya, jangan sampai ditinggalkan oleh generasi muda.

Ia menambahkan, sebagai generasi muda juga dituntut untuk mampu menjadi imam shalat, sebab syarat itu merupakan tripologi IMM.

“Saya berharap, pelatihan yang dilakukan dapat memberikan manaafat bagi kita semua,” ungkap Mizan Aminuddin.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Aceh, A Malik Musa dalam tausiahnya mengatakan, pelatihan mubaliq muda merupakan keharusan yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa dan pemuda dalam organisasi Muhammadiyah.

Dikatakan, bagi yang belum tampil di depan umum muncul gemetar dan keringat dingin. Namun, hal itu akan hilang dengan kebiasaan tampil di depan banyak orang.

Ketua Fokal IMM Aceh ini juga mengatakan, IMM Aceh harus memiliki bargaining dan sering duduk dengan orang-orang pandai dalam memberikan semangat organisasi.

A Malik Musa menyampaikan, sebagai mahasiswa yang kritsis siap mendukung program pemerintah yang pro dengan rakyat. Akan tetapi, katanya, mahasiwa juga harus berani mengkritisi program pemerintah yang tidak bersentuhan dengan kepentingan rakyat.

“Kalau program pemerintah tidak pro rakyat, silahkan sampaikan aspirasinya, karena memang ini tugas mahasiswa,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, Sekjend PP Pemuda Muhammadiyah, Irfannusir Rasman, hadir dan tampil sebagai keynote speaker, yang membahas tentang pergerakan pemuda dan Muhammadiyah. (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id