Subulussalam Terbakar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Subulussalam Terbakar

Subulussalam Terbakar
Foto Subulussalam Terbakar

* 18 Rumah Hangus, 14 Dirusak

SUBULUSSALAM – Kebakaran kembali menghanguskan belasan rumah di permukiman padat penduduk Dusun Cepu Indah, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Minggu (11/6). Akibatnya, 18 rumah warga hangus dilalap si jago merah dan 14 unit lainnya terpaksa dirusak guna memutus rembetan api.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi dari lapangan, api mulai terlihat pukul 12.00 WIB. Beberapa warga melihat ada kepulan asap, lalu berteriak minta tolong seraya mencari air untuk menyiram.

Saat itu aktivitas pasar mingguan (onan) yang dipusatkan di Terminal Terpadu Subulussalam sedang berlangsung. Kebakaran terjadi tak jauh dari situ, sehingga bala bantuan terkendala mendekat ke lokasi karena terhalang para pengunjung yang sedang ramai berbelanja.

Saat kebakaran, beberapa warga dilaporkan sedang tak berada di rumah. “Saya baru sampai simpang Cepu ini, tiba-tiba tampak kobaran api,” kata Eteng, salah seorang warga Cepu Indah.

Pantauan Serambi di lapangan, radius 600 meter menuju lokasi kebakaran cukup padat oleh hilir mudik para pengendara serta jejalan massa yang hendak melihat kobaran api. Kondisi jalan yang macet serta sempitnya ruas di sana menambah kesulitan bagi armada pemadam kebakaran (damkar) mencapai titik kebakaran.

Armada kebakaran dilaporkan harus memutar arah untuk menuju lokasi kebakaran karena jalan di sana kecil dan aksesnya terbatas. Akibatnya, api terus membesar dan dengan cepat membakar belasan rumah yang umumnya berkonstruksi kayu.

Tangis histeris serta teriakan emosi mewarnai pemadaman kobaran api yang terus membubung tinggi dengan kepulan asap hitam. Puluhan warga berjibaku membantu memadamkan api dengan berbagai alat seadanya seperti ember dan timba mencari sumber air dari kali dan sumur terdekat. Sebagian warga dan sanak famili korban mengangkat barang-barang keluarganya untuk diselamatkan dari aksi sijago merah.

Namun, di sisi lain, ratusan massa tampak menonton dan mengabadikan kobaran api dengan kamera handphone-nya.

Tiga armada pemadam kebakaran yang dikerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam kewalahan memadamkan kobaran api. Meski telah menyiramkan air, tapi api tampak makin membara sehingga membuat warga dan petugas kebakaran kelimpungan.

Kobaran api akhirnya mereda saat menjelang bangunan rumah yang digunakan sebagai Tempat Pendidikan Alquran (TPA) dan TKA bernama Al-Ikhlas itu dijilat api. Bangunan berwarna kuning dipadu hijau ini permanen, sehingga api hanya melalap bagian atasnya.

Tangis histeris terdengar pilu di sudut Masjid Cepu Indah, tempat para korban kebakaran menenangkan diri sementara waktu. Para korban kebakaran, terutama kaum ibu, tampak meronta dan menangis histeris meratapi musibah yang menimpa hidupnya di bulan puasa. “Kenapa harus begini, habislah semua terbakar selain baju di badan,” tangis seorang ibu paruh baya.

Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh sumber api yang membakar rumah warga di Cepu Indah. Namun, berat dugaan bencana ini ditimbulkan akibat hubungan arus pendek (korsleting). Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut kecuali luka ringan termasuk pingsan akibat shock saat korban menyaksikan kobaran api.

Sekadar diketahui, Kamis (13/10/2016), bencana kebakaran juga menimpa warga Cepu Indah dan menghanguskan 20 unit rumah di sana. Kebakaran kala itu terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Kini, bencana serupa kembali menimpa masyarakat yang umumnya para pengungsi korban konflik. Lokasi kebakaran yang terjadi kali ini hanya berjarak belasan meter dari lokasi sebelumnya.

Dikatakan, dua unit armada pemadam kebakaran yang turun ke lokasi kabarnya sempat macet hingga tidak dapat mengeluarkan air.

Selain itu, proses datangnya pemadam kebakaran juga dilaporkan kurang cepat. “Kami kecewa pada instansi BPBD, karena pemadam lambat turun sehingga proses pemadaman juga tidak maksimal,” kata Ringan Berutu di lokasi kebakaran.

Ringan pun mengeluhkan Pemko Subulussalam yang tidak mau belajar dari berbagai kasus kebakaran yang terjadi di daerah ini dalam kurun setahun terakhir. Semua bencana kebakaran tidak pernah dapat dipadamkan secara cepat karena persoalan peralatan yang tidak maksimal. (lid) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id