20 Titik Rawan Kecelakaan Lalulintas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

20 Titik Rawan Kecelakaan Lalulintas

20 Titik Rawan Kecelakaan Lalulintas
Foto 20 Titik Rawan Kecelakaan Lalulintas

* Jalan Nasional Kondisi Baik

BANDA ACEH – Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah I Aceh, Ir Fathurrahman Raden melalui Kasi Data BPJN Wil I Aceh, Ir Faisal menyebutkan, panjang jalan nasional di Aceh sekitar 2.100 Km kondisinya cukup baik. Namun, dari sepanjang jalan itu ada 20 titik rawan kecelakaan plus 17 titik rawan longsor. Hal itu dikatakan Faisal menjawab Serambi Sabtu (10/6) di Banda Aceh.

Ruas jalan nasional yang kondisinya baik, tapi tergolong dalam katagori rawan kecelakaan, sebut Faizal, antara lain, Banda Aceh – Krueng Raya, pada KM 16 + 700. Banda Aceh – Sigli, yaitu Simpang Aneuk Galong, Aceh Besar, Indrapuri, Seunapet, KM 62+100, jalan KM, 65+ 443 dan Seulawan KM 82 – 85.

Berikutnya, untuk ruas jalan Pidie – Bireuen, lokasi rawan kecelakaannya, yaitu Simpang Blang Malo, KM 124, + 225, Simpang empat Gelumpang Minyeuk, setelah Jembatan Geulumpang Minyeuk, KM 125 + 516, penyeberangan hewan ternak (Gelumpang Minyeuk – Simpang Aron) Km 126 + 515 – 128 + 300. Lhokseumawe – Panton Labu, yaitu Simpang kandang STA 271, Blang Me – Geudong STA 283, Sampoinet STA 310.

Untuk wilayah pantai barat – selatan Aceh, lanjut Faizal, lokasi rawan kecelakannya, antara lain pada ruas jalan Simpang Empat – batas Nagan Raya dan Abdya,STA324 +175 – 324 + 350, batas Nagan Raya – Blang Pidie, Abdya STA 374 + 500 – 379. Batas Abdya – Tapaktuan, Aceh Selatan STA 425 + 400 – 425 + 450, 425 + 580 – 425 + 620, KM 443, KM 453 + 700 – 462, Batu Itam Desa Ujong Bata, Km 524 200 dan Gunung Kapur.

Sementara lokasi rawan tanah longsor di lintas tengah, kata Faizal, ada di beberapa titik lokasi, antara lain dari Bireuen – Takengon, di KM 220 + 700 – 221 + 200, KM 239 – 242, Km 275 + 600 – 275 + 700, ruas jalan Takengon – Blangkjeren, pada Km 345 + 600, Km 376 + 200, KM 333 -379, Km 411 + 100 – 411 + 200 (lihat tabel) di bawah ini.

Sementara itu, Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Guritno Wibowo melalui Kasubdit Bin Gakkum, AKBP H Adnan menyebutkan, dari Januari – April 2017, kasus kecelakaan lalulintas mencapai 709 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 241 orang, luka berat 186 orang, luka ringan 1.007 orang, kerugian meterial Rp 1,8 miliar.

Dari 21 wilayah Polres yang ada, lanjut Adnan, paling banyak terjadi kasus kecelakannya paling banyak terjadi di wilayah Polres Lhokseumawe telah mencapai 113 kejadian, dengan jumlah korban meninggal dunia 17 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 206 orang.

Kemudian Bireuen 95 kejadian, meninggal dunia 22 orang, korban luka berat 3 orang dan luka ringan 147 orang, selanjutnya Aceh Utara 79 kejadian, dengan jumlah korban meninggal dunia 20 orang, luka berat 4 orang dan luka ringan 110 orang. Banda Aceh juga banyak mencapai 69 kejadian, dengan korban meninggal dunia 7 orang, luka berat 5 orang dan luka ringan 102 orang.

Untuk wilayah pantai barat – selatan Aceh, peristiwa kecelakaan paling banyak di wilayah Polres Aceh Jaya 19 kejadian, dengan jumlah meninggal dunia 11 orang, luka berat 8 orang dan luka ringan 25 orang, selanjutnya Abdya 17 kejadian, meninggal dunia 7 orang, luka berat 17 orang, dan luka ringan 17 orang.

Di listas tengah juga tinggi, sebut Adnan, Aceh Tengah 22 kejadian, dengan jumlah korban meninggal 6 orang, luka berat 10 orang dan luka ringan 28 orang, Aceh Tenggara 24 kejadian, meninggal dunia 14 orang, luka berat 10 orang dan luka ringan 35 orang. Aceh Singkil juga banyak, mencapai 21 kejadian, dengan jumlah korban meninggal dunia 11 orang, luka berat 18 orang dan luka ringan 30 orang.(her) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id