Fasilitas Pemadam Kebakaran Subulussalam Rusak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Fasilitas Pemadam Kebakaran Subulussalam Rusak

Fasilitas Pemadam Kebakaran Subulussalam Rusak
Foto Fasilitas Pemadam Kebakaran Subulussalam Rusak

URI.co.id, SUBULUSSALAM – Dalam kurun delapan bulan terakhir ini, Kota Subulussalam dilanda setidaknya lima kasus bencana kebakaran.

Kasus terakhir terjadi di Dusun Cepu Indah, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Minggu (11/6/2017), sebanyak 18 unit rumah musnah terbakar dan 14 lainnya rusak parah akibat dibongkar untuk memutus lalapan sijago merah.

Dari kelima kasus tersebut, tidak ada pertolongan secara maksimal dan semuanya menyisakan kekesalan  masyarakat terhadap fasilitas pemadam kebakaran yang ada di daerah ini.

Sejak peristiwa kebakaran di Desa Suka Maju (Gelombang), Kecamatan Sultan Daulat, pemadam kebakaran rusak sehingga harus didorong menuju lokasi bencana, peristiwa di Cepu Indah juga tak jauh beda. Dua kali kasus kebakaran di Cepu Indah dilaporkan masyarakat kurang maksimalnya armada pemadam kebakaran sehingga menimbulkan banyak korban.

Seperti yang terjadi siang tadi, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, itu cukup mengagetkan masyarakat yang tengah berpuasa dan beraktivitas di pasar mingguan Terminal Terpadu Subulussalam.

Harapan bencana dapat ditekan melalui bantuan pemadam kebakaran pun berakhir kekecewaan dan kekesalan.

Sebab, sebagaimana dilaporkan masyarakat tiga armada pemadam kebakaran tidak maksimal lantaran sebagian mengalami kendala saat menyemprotkan air ke kobaran api.

”Air tidak keluar, pompa bermasalah, mesin tidak menyala apakah rusak atau tidak ada minyak,” sesal warga.

Kasus pemadam kebakaran bermasalah ini juga disampaikan warga lainnya, Ringan Berutu. Menurut Ringan, selain masalah tidak maksimalnya armada pemadam, juga ada keterlambatan masuk ke lokasi bencana.

Ringan menilai kalau keterlambatan itu memicu semakin banyaknya rumah yang musnah terbakar. Pasalnya, kondisi kemarau di siang bolong ditambah banguan berkonstruksi kayu dan papan memudahkan rembetan sijago merah.

”Pemadam lambat juga, jadi ya kalau kami Cuma bisa memadamkan pakai ember, instansi ini harus segera dievaluasi, pemadam ini menyangkut keselamatan rakyat lo,” ujar Ringan.

Seorang aktivis Zulyadin juga meluapkan kekecewaannya terhadap pemadam kebakaran di akun media sosialnya facebook. Zulyadin memposting tulisannya pukul 19.00 WIB, ”Tadi waktu kebakaran di CIS ada kejadian aneh mesin penyedot air atau biasa disebut alkon tidak ada minyak.. Hahaha.. Semoga pemko segera mengevaluasi kinerja pemadam kebakaran kita agar ke depan tidak terulang kembali, dan semoga keberadaan pos pemadam kebakaran yang di kukdong dapat di tinjau ulang…

Postingan Zulyadin langsung mendapat tanggapan dari sejumlah netizen. Seperti Ridwan, dia menulis ternyata bukan hanya masalah alkon yang tidak tersedia BBM, armada terkait juga dilaporkan baru mengisi bahan bakar saat peristiwa terjadi. “Bkn minyak alkon aja yg gk di isi.. BBM mobil aja baru di isi pas lgi ke bakaran bkn nya di setanbai kan BBM nya malah gtu udh ad kw jadi an baru di isi BBM nya.. ke mana tanggung jawab pajabat pemko ini,’ tulisnya

“Rmh baru ter bakar tiga pintu mobil nya baru isi BBM it pun pas di TKP mesin nya ngulah ke dan ngk bisa keluar air nya apa alkon pemadam pemko sada kata ini ngk ad yg bagus nyaa…” sambung Ridwan.

Warga lain Nawawi menimpali dengan menuliskan, Selain profesionalisme, kesejahteraan juga perlu diperhatikan pemko, karena setahu saya mungkin karena kurangnya honor anggota pemadam, banyak yang kerja sampingan sehingga gak standby, sehingga sering terlambat menuju lokasi kejadian.

Menyusul peristiwa kebakaran yang diwarnai ketidakberesan pemadam kebakaran, warga mendesak Wali Kota Subulussalam H.Merah Sakti SH mengevaluasi BPBD setempat terkait penanggulangan bencana seperti kebakaran.

Pasalnya, kasus pemadam bermasalah menjadi hal yang selalu mewarnai bencana terkait di Kota Sada Kata itu. Di sisi lain beredar kabar adanya ketidakberesan pengelolaan dan manajemen penanggulangan kebakaran sehingga menyebabkan fasilitas pemadam rusak-rusak.

Jika kasus fasilitas pemadam kebakaran rusak-rusak ini tak menjadi perhatian serius Pemko Subulussalam, maka tunggulah kemarahan masyarakat akan terjadi akibat kekecewaan mereka yang menjadi korban bencana.

Selain itu, Pemko Subulussalam juga dinilai masih lemah dalam sosialisasi antisipasi dan penanggulangan bencana. Sehingga beberapa kali kasus kebakaran justru menimbulkan kepanikan luar biasa.

Persoalan lain yang menjadi sorotan publik menyangkut pengamanan di lokasi bencana sehingga menyebabkan tumpah ruahnya massa penonton tanpa memberi bantuan selain menyusahkan proses pemadam kebakaran juga rawan tindak pencurian.

Masyarakat pun berharap agar Pemko Subulussalam dan jajarannya segera berbenah dan mengevaluasi persoalan pemadam kebakaran yang rusak-rusak tersebut. Amin (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id