Sipir Penjual Sabu akan Diberi Sanksi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sipir Penjual Sabu akan Diberi Sanksi

Sipir Penjual Sabu akan Diberi Sanksi
Foto Sipir Penjual Sabu akan Diberi Sanksi

BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Aceh akan memberikan sanksi tegas kepada Taufiq, oknum PNS (sipir) Rutan Bireuen, yang tertangkap menjual sabu-sabu pada Kamis 8 Juni lalu. Sanksi kepada Taufiq akan segera diusulkan ke pusat, setelah selesainya pemeriksaan polisi dan tim.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Aceh, Drs Gunarso Bc IP, saat diwawancarai Serambi, Sabtu (10/6). Menurutnya, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan polisi secara pidana dalam kasus tersebut. “Ini sedang ditangani polisi, ya biar polisi dulu secara pidananya, nanti secara administrasi akan dilakukan setelah itu,” kata Gunarso.

Seperti diberitakan, Kamis 8 Juni lalu, Taufiq, sipir yang bertugas di Pintu Pengamanan Utama (P2U) Rutan Bireuen dibekuk oleh tim gabungan Sat Res Narkoba dan Sat Reskrim Polres Bireuen, lantaran hendak menjual sabu-sabu kepada seseorang anggota yang menyamar sebagai pembeli. Selain Taufiq, aparat juga mengamankan lima penghuni rutan, mereka terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Kepada oknum tersebut, Gunarso memastikan akan memberikan sanksi atas pelanggaran yang telah diperbuat di lingkungan rutan. Ia juga mengatakan, selesai pemeriksaan polisi, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk pemeriksaan yang bersangkutan secara administrasi kode etik kepegawaian.

“Soal sanksi, itu pasti akan diberikan, karena itu sudah prosedur kami. Nanti kita akan mengusulkan ke pusat untuk pemberian sanksi kepada yang bersangkutan,” katanya.

Ditanya sanksi akan diberikan kepad Taufiq yang tertangkap basah menjual sabu-sabu, Gunarso belum bisa memastikannya. Menurutnya, untuk sanksi ada tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat.

Untuk Taufiq katanya, bisa saja dipecat jika memang nanti terbukti bersalah dalam penyalahgunaan narkoba. “Makanya kita tunggu dulu pemeriksaan dari polisi, itu akan menjadi dasar bagi kita. Kita akan periksa dulu, apa dia pemakai, pengedar, jadi untuk sekarang belum jelas,” tutur Gunarso.

Gunarso juga menyebutkan, tak menutup kemungkinan masih ada sipir-sipir lain di Aceh yang terlibat dengan narkoba dan tidak disiplin dalam menjalankan tugas dan amanahnya di rutan atau lembaga pemasyarakatan (lapas). Ia mengimbau kepada semua sipir agar tidak terlibat narkoba.

“Saya imbau, agar petugas tidak terlibat dengan narkoba, anda ini pembina kok malah terlibat dengan narkoba. Jika kedapatan, maka sanksi tegas akan diberikan,” demikian Kakanwil Kemenkumham Aceh, Drs Gunarso Bc IP.(dan) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id