Bergek, Cari ‘Boh Hate’ dalam `Eumpang Breuh’ | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bergek, Cari ‘Boh Hate’ dalam `Eumpang Breuh’

Bergek, Cari ‘Boh Hate’ dalam `Eumpang Breuh’
Foto Bergek, Cari ‘Boh Hate’ dalam `Eumpang Breuh’

KABAR gembira bagi Anda penggemar Eumpang Breuh asli. Pasalnya dalam waktu dekat, grup film bergenre komedi Aceh itu akan kembali merilis film terbarunya. Mengulang sukses sebelumnya, serial Pemuda Kaca Minyeuk Oek 2 berjudul Dum Hoe Can akan menuntaskan kerinduan Anda yang ingin melihat aksi kocak Joni Kapluk Cs.

“Rencananya film Dum Hoe Can akan dilaunching dalam 15-20 puasa. Sekarang tinggal proses cetak cover,” terang Abdul Hadi kepada Serambi, Senin (5/6).

Pemeran Bang Joni dalam serial komedi Aceh itu membeberkan bocoran dalam film produksi JK Production tersebut. Dum Hoe Can mengambil setting di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Dimeriahkan oleh pemain lainya seperti Yusniar, Mando, Bang Thaleb, Dek Nong, serta diramaikan oleh pendatang baru dari Aceh Tengah.

“Yang berbeda dalam film kali ini yaitu kehadiran Bergek. Dikisahkan ia datang ke kampung kami untuk mencari Boh Hate,” ungkap Abdul Hadi alias Joni Kapluk.

Dua pelaku jagad hiburan dari ranah yang berbeda ini akan beradu akting dalam film garapan Abdul Hadi itu. Bergek sebagai penyanyi yang populer dengan lagu Boh Hate, digandeng untuk memberikan warna baru dalam serial film Eumpang Breuh.

Dikisahkan Bergek mencari Boh Hate-nya yang hilang. Bergek yang menyandang nama asli Zuhdi itu pun lantas bertanya-tanya kepada anak-anak di situ. Malang baginya, ia dituding sebagai penculik anak dan harus berurusan dengan Joni Kapluk Cs. Puncaknya ketika Bang Joni sampai jatuh ke tambak ikan dan membuat perseteruan di antara keduanya semakin memanas.

Di sisi lain, kisah romansa Mando dengan Ibu Fatimah semakin manis saja. Saking cintanya kepada sang ibu guru, Mando yang dibakar cemburu nyaris meregang nyawa lantaran dilempar ke jurang oleh Daud Cs. Tak terima atas perlakuan tersebut, Mando pun mengadu kepada Joni Kapluk. Dua sekawan ini pun berhasil mengakali Daud Cs untuk membayar sejumlah uang.

“Saya dan Bergek duet membawakan soundtrack film yang liriknya ditulis oleh Syukur,” terang Abdul Hadi yang juga merangkap sebagai ide cerita.

Film besutan dirinya itu menurut rencana akan dicetak sebanyak 50 ribu kopi, sedangkan saat ini sebanyak 30 ribu kopi siap dilempar ke pasar. Film dalam bentuk compact disk (CD) ini dilepas seharga Rp 20 ribu per keping.

Untuk menyegarkan kembali ingatan, serial Eumpang Breuh mengisahkan tentang kisah cinta segitiga antara Bang Joni, Yusniar, dan Raja. Pun setelah Yusniar resmi dipersunting oleh Bang Joni, Raja tetap kekeuh menagih janji orang tuanya dengan Haji Uma (orang tua Yusniar) tempo dulu untuk menjodohkan keduanya.

Janji tersebut terucap saat orangtua Raja dan orangtua Yusniar menunaikan ibadah haji, sampai tertukar jerigen Air Zamzan. Sementara Haji Uma, mempunyai hajatan sendiri yang diucapkan pada saat dirinya jatuh ke sumur di kebunnya. Nah! Kita tunggu saja aksi kocak lainnya yang dikemas dalam lawakan segar khas Eumpang Breuh. (nurul hayati) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id