Narkoba Diduga Bebas Keluar Masuk Rutan Bireuen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Narkoba Diduga Bebas Keluar Masuk Rutan Bireuen

Narkoba Diduga Bebas Keluar Masuk Rutan Bireuen
Foto Narkoba Diduga Bebas Keluar Masuk Rutan Bireuen

BIREUEN – Narkoba jenis sabu-sabu diduga bebas keluar masuk Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II C Cabang Bireuen, karena oknum sipir ikut terlibat dalam peredaraan narkoba.

Hal itu dikatakan Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH, kepada Serambi, Jumat (9/6), setelah seorang sipir rutan itu ditangkap polisi saat jualan sabu.

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan dari Satuan Reserse Narkoba dan Satuan Reserse Kriminal Polres Bireuen, dibantu BKO Brimob Polda Sumatera Utara, dan anggota Kodim 0111/Bireuen, Rabu (7/6) malam, menangkap Taufiq, PNS sipir yang bertugas di Pintu Pengamanan Utama (P2U) Rutan Bireuen.

Dari pengembangan, pada Kamis (8/6) dini hari, aparat mengamankan lima penghuni Rutan Bireuen, juga karena terlibat penyalahgunaan sabu-sabu.

Kapolres menduga ada permainan antara sipir dan narapidana (napi) dalam melakukan transaksi narkoba di Rutan Bireuen. Pasalnya, barang haram itu dengan mudah keluar masuk rutan tanpa pemeriksaan ketat dari petugas.

“Kalau petugas atau sipir tidak terlibat, niscaya narkoba sulit masuk ke rutan,” ujarnya.

Setelah Polres Bireuen menangkap seorang oknum sipir dan lima napi, kini pihaknya masih terus melakukan pengusutan untuk mengungkap kasus peredaraan narkoba di rutan setempat. “Hal ini tidak bisa kita tolerir. Harus terungkap sampai ke akar-akarnya,” tegas Kapolres.

Dikatakan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Rutan Bireuen sering terjadi transaksi sabu-sabu dan ada napi yang mengonsumsi narkoba di dalam rutan. Hal itu karena oknum sipir ikut bermain, sehingga narkoba dengan mudah masuk dan ke luar Rutan Bireuen.

Menurut Kapolres, rutan seharusnya menjadi tempat pembinaan warga binaan atau napi, maupun tahanan yang mayoritas terlibat narkoba. Namun sebaliknya, rutan justru menjadi ladang bagi bandit narkoba untuk melakukan aktivitasnya dengan melibatkan oknum sipir. “Diduga ada kerja sama antara sipir dan napi dalam melakukan transaksi serta penggunaan narkoba di rutan,” kata Kapolres.

Ia menduga masih ada orang lain yang terlibat dalam peredaran narkoba di rutan. “Kami yakin bukan hanya satu orang. Jadi, tunggu saja, kami akan tangkap dan tindak tegas pelakunya. Jangan main-main dengan narkoba,” pungkas Riza Yulianto.

Kurang sipir
Terpisah, Kepala Rutan Bireuen, Sofyan SH yang dikonfirmasi Serambi mengaku, mudahnya narkoba keluar masuk ke rutan karena masih kurangnya personel atau sipir yang menjaga rutan. Petugas tak mampu mengawal dan mendeteksi narkoba masuk ke rutan.

Disebutkan Sofyan, jumlah sipir yang bertugas dalam satu regu hanya tiga orang. Seharusnya minimal satu regu jaga enam orang sipir. “Tapi karena jumlah pegawai atau sipir sangat terbatas, terpaksa dalam satu regu piket hanya tiga petugas, seorang di Pintu Pengamanan Utama (P2U), satu di ruang tengah, dan satu lagi di dalam,” sebutnya.

Sofyan mengaku, saat ini Rutan Bireuen sudah sangat overkapasitas, yaitu dihuni 294 warga binaan. Padahal, kapasitasnya hanya 85 orang. “Jumlah sipir tidak sebanding dengan jumlah napi dan tahanan. Kami berharap Kemenkum dan HAM dapat menambah 15 sipir lagi ke Rutan Bireuen,” pinta Sofyan. (c38) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id