Bek Lagee Raket Bak Pisang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bek Lagee Raket Bak Pisang

Bek Lagee Raket Bak Pisang
Foto Bek Lagee Raket Bak Pisang

DALAM struktur Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang baru rampung disusun tim formatur, ternyata tidak ada nama Zakaria Saman (Apa Karya) dan Zaini Abdullah. Padahal, dua nama tokoh eks GAM ini sempat digadang-gadang akan bergabung dengan partai besutan Irwandi Yusuf itu, keduanya awalnya dipersiapkan untuk posisi penasihat partai.

“Kita sudah mengajak, namun tidak ada jawaban yang pasti dari keduanya. Sampai pada rapat terakhir itu, kita putuskan bersama bahwa keduanya mungkin akan bergabung dalam proses ke depan. Yang jelas kita sudah pernah mengajak,” kata Sekretaris PNA, Miswar Fuady.

Apa Karya yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, tak mempersoalkan hal itu. Ia mengaku, memang pernah diajak oleh mantan ketua umum PNA, Irwansyah alias Muksalmina untuk bergabung dalam struktur PNA, beberapa waktu lalu. “Na ditelepon le Muksalmina, hai tanyoe asai dibi bajee bandum tacok. (Ada ditelepon oleh Muksalmina, kita siapa saja yang kasih baju semua kita ambil),” sebut Apa Karya.

Apa Karya mengaku tak mau terikat dengan salah satu partai, namun jika diamanahkan untuk posisi penasihat, ia mau bahkan jika ada 10 partai yang mengajaknya untuk penasihat, ia mengaku akan bergabung. Namun, ia tak ingin diperalat oleh pihak-pihak tertentu terlebih dalam konteks politik.

“Itanyoe bek sampe lagee raket bak pisang, galang rangkileh, oh lheuh jeumeurang alah hom hai raket paleh. Maksudjih lagee nyoe, meunan lheuh dijeumeurang, meunan katroh maksud, raket-raket hana gunale, meunan umpama,” kata Apa Karya.

Apa menjelaskan maksud ungkapannya itu. Menurutnya, selama ini banyak orang yang memanfaatkan seseorang namun pada akhirnya tak dihiraukan. Demikian juga untuk urusan politik, jika tidak hati-hati, maka bisa saja dimanfaatkan tapi ujung-ujungnya tidak ada manfaat apa-apa bagi orang dimaksud.

“Man meunyoe PNA pakat tatem, asai keu penasehat. Meunyoe na siploh boh partai pakat man siploh boh partai loen tem hai, tapi keu penasehat. Tapi meunyoe jak boh loen keu ketua nyoe ketua jeh nyan han loen tem sagai,” pungkas Apa Karya.

Serambi kemarin sore juga menghubungi dr Zaini Abdullah untuk menanyakan apa alasan dirinya tidak mau menerima ‘pinangan’ PNA. Namun tidak berhasil memperoleh keterangan dari Zaini karena sedang memimpin rapat di Pendopo Gubernur Aceh.

Karo Humas dan Protokol Setda Aceh, Tgk Mulyadi Nurdin mengatakan saat itu Zaini belum bisa dijumpai karena sedang rapat. “Pak Gubernur sedang rapat terbatas di pendopo. Sejauh ini beliau belum bisa memberikan keterangan,” katanya ketika diminta untuk memfasilitasi pertemuan dengan Zaini.

Mulyadi mengatakan tidak mengetahui secara pasti Doto Zaini rapat dengan siapa. Namun, katanya, rapat tersebut berlangsung hingga jelang berbuka puasa. “Saya tidak terlibat dalam rapat itu,” ujarnya.

Isu akan bergabungnya Zaini ke PNA memang sempat santer beberapa waktu lalu, terlebih ketika Gubernur Aceh ini bersedia memberi sambutan dan membuka Kongres I PNA di Gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh, Senin 1 Mei 2017. Bahkan pada acara itu Zaini sempat dipakaikan jas warna orange oleh Irwansyah, Ketua PNA sebelum digantikan oleh Irwandi Yusuf.

Saat itu, Zaini tampak tak membuka jaket itu hingga keduanya meninggalkan pentas. “Ini bukan masuk PNA ya, ini hanya simpatisan,” kata Zaini sambil turun di sebelah kanan panggung. Kepada wartawan Zaini juga mengatakan, “Kita lihat macam mana nanti ya, mana yang terbaik. Insya Allah mudah-mudahan, ini terlalu dini kita jawab. Sekarang yang penting mari kita duduk sama-sama melihat yang tebaik untuk Aceh di masa yang akan datang,” kata Zaini Abdullah. (dan/mas)

struktur dpp-pna 2017-2022

* Irwansyah: Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) merangkap Dewan Penasihat Pusat
* Mayjend TNI Sunarko: Ketua Komisi Pengawas Partai
* Sayuti Abubakar SH MH: Ketua Mahkamah Partai
* drh H Irwandi Yusuf Msc: Ketua Umum
* Samsul Bahri: Ketua Harian
* Miswar Fuady SH: Sekretaris Jenderal
* Lukman Age MSoc Sc: Bendahara Umum
* Drs Zahrul Munzir: Kepala Sekretariat Partai
* M Nur: Ketua Bapilu
* Muhammad MTA: Ketua Badan Pengawal Suara
* Isfanuddin Amir SH: Ketua Badan Bantuan Hukum Partai Pusat
* Adli Ismail: Ketua Badan Penanganan Bencana
* Ramli Ali: Ketua Satgas Keamanan Partai
* Departemen-departemen (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id