UPTD PPS Lampulo Diusul Jadi BLU | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

UPTD PPS Lampulo Diusul Jadi BLU

  • Reporter:
  • Sabtu, Juni 10, 2017
UPTD PPS Lampulo Diusul Jadi BLU
Foto UPTD PPS Lampulo Diusul Jadi BLU

BANDA ACEH – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu Aceh, Ir Iskandar MSc mengusulkan, Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, menjadi Badan Layanan Umum (BLU) PPS Lampulo.

“Perubahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada para calon investor yang berinvestasi di PPS Lampulo,” kata Iskandar kepada Serambi, Jumat (9/6) kemarin. Kalau pengelolaan PPS Lampulo, dipertahankan berstatus UPTD, menurut Iskandar, dapat dipastikan perkembangan PPS Lampulo, akan berjalan lamban. Karena, kewenangan UPTD itu, sangat terbatas dan penggunaan anggarannya terikat dengan usulan dalam APBA dan dinas teknisnya.

Sementara kewenangan BLU, lebih besar dari UPTD. BLU, bisa menggunakan langsung dana yang dimilikinya untuk pelayanan percepatan kemajuan Kawasan Industri PPS Lampulo. Menurut Iskandar, PPS Lampulo sudah tidak cocok lagi berstatus UPTD, karena dari namanya saja sudah berstatus Pelabuhan Perikanan Samudera. Ini artinya, pelabuhan perikanan itu sudah siap melaksanakan kegiatan ekspor hasil tangkapan nelayan dan pengolahan pengalengan ikannya untuk ekspor ke luar negeri.

Kepala UPTD PPS Lampulo, Aliman yang dimintai tanggapannya kemarin mengatakan, rencana perubahan UPTD PPS Lampulo dari UPTD menjadi BLU memang sudah direncanakan. Bahkan, anggaran untuk persiapan perubahannya sudah disediakan, tapi karena kesalahan tempat peletakan anggarannya, harus direvisi kembali dalam Perubahan RAPBA 2017.

Aliman sependapat dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu Aceh, Ir Iskandar. Status pengelolaan PPS Lampulo harus segera diubah dari UPTD menjadi BLU. Aset PPS Lampulo, kata Aliman, sudah cukup besar, yaitu areal seluas 52 hektare, dan miliki dermaga pelabuhan dua buah, kolam I seluas 10 hektar dan kolam II seluas 70 hektar.

Terkait masalah air bersih, Aliman menyatakan, memang masih terbatas. Katanya PDAM baru mampu mensuplai air untuk tiga pabrik, selebihnya, perlu dicari sumber air bersih yang baru.(her) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id