Premium Menghilang di SPBU | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Premium Menghilang di SPBU

Premium Menghilang di SPBU
Foto Premium Menghilang di SPBU

* Masyarakat Mengeluh karena Terpaksa Pakai Pertalite

BLANGPIDIE – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin) yang disubsidi pemerintah tidak tersedia lagi di SPBU Pante Perak, Kecamatan Susoh dan SPBU Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam kurun waktu lebih satu bulan terakhir. Pengguna kendaraan bermotor, terutama jenis sepeda motor (sepmor) mengeluh karena SPBU hanya menyediakan BBM jenis Pertalite dengan harga Rp 7.500 per liter.

Dari tiga SPBU di Abdya hanya SPBU Babahrot menyediakan BBM jenis premium atau bensin. “Kami sebagai orang kecil sepertinya ‘dipaksa’ membeli minyak Pertalite yang harganya lebih mahal dari bensin,” kata Supriadi, pengguna sepmor di Blangpidie kepada Serambi, Kamis (8/6).

Dia menyebutkan keluhan membeli Pertalite dengan harga mahal sangat dirasakan para penggalas ikan (pedagang ikan keliling). Sebab harga Pertalite di SPBU mencapai Rp 7.500 per liter. Sedangkan harga bensin Rp 6.450 per liter.

Sejumlah sopir labi-labi juga kewalahan karena ‘terpaksa’ membeli BBM jenis Peralite. Supriadi menyebutkan bahwa SPBU Pante Petak, Susoh dan SPBU Keude Paya, Blangpidie, tidak lagi menyediakan bensin lebih dari satu bulan terakhir tanpa diketahui penyebabnya.

Pada pompa pengisian BBM kendaraan jenis sepmor yang biasanya menyediakan premium (bensin) berubah menjadi Pertalite. Akan halnya pada pompa BBM mobil yang sebelumnnya juga menyediakan premium, kini beralih hanya menjual Pertalite dan Pertamax. Pengguna kendaraan roda empat yang selama ini menggunakan Premium seharga Rp 6.450 per liter di SPBU, juga mengeluh karena tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan Pertalite seharga Rp 7.500 per liter.

“Kita mengharapkan Pemkab Abdya meminta penjelasan dari pengelola SPBU di Susoh dan Blangpidie karena tidak menyediakan lagi premium,” kata seorang sopir labi-labi Susoh-Blangpidie.

Petugas SPBU Pante Perak ketika ditanya Serambi mengaku tidak lagi menebus BBM jenis premium pada Pertamina. Alasannya, pasokan premium sering tidak sesuai kebutuhan sehingga stok premium di SPBU sering terputus. Sedangkan petugas di SPBU Keude Paya Blangpidie mengaku tidak tahu pengelola tidak lagi menebus premium. “Sekarang yang tersedia BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Solar,” kata.

Sementara itu Asisten Ekonomi dan Kesra Sekdakab Abdya Saiful Azhar dikonfirmasi Serambi kemarin mengakui sudah melihat sendiri bahwa BBM jenis premium tidak tersedia lagi SPBU Keude Paya dan SPBU Pante Perak, Susoh sekitar satu bulan terakhir. “Ketika memasuki area SPBU, awalnya kita mendapat penjelasan dari papan informasi bahwa premium habis. Tetapi lama kelamaan premium memang tak tersedia lagi,” katanya.

Saiful mengaku belum mengetahui penyebab SPBU Blangpidie dan Susoh tidak lagi menyediakan premium (bensin) yang harganya disubsidi pemerintah. “Terkait hal ini, kita segera meminta Dinas Koperasi, UKM dan Perindag agar meminta penjelasan pengusaha SPBU setempat,” kata Saiful.(nun) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id