Perampok Kuras Rumah Pejabat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Perampok Kuras Rumah Pejabat

Perampok Kuras Rumah Pejabat
Foto Perampok Kuras Rumah Pejabat

LHOKSEUMAWE – Komplotan perampok bersenjata parang menguras harta benda di rumah Saiful, Kepala Tata Usaha RSU Cut Meutia Aceh Utara di Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/6) malam.

Informasi yang dihimpun Serambi dari berbagai sumber termasuk dari kepolisian menyebutkan, perampokan itu terjadi menjelang Isya, ketika Saiful baru sekitar 15 menit ke luar dari rumahnya.

Tiba-tiba istri Saiful, Syarifah Hanum, kepala sekolah di sebuah SDN Lhokseumwe mendengar suara pintu pagar dibuka orang. Syarifah meminta anaknya, Sella memastikan ke depan.

Saat Sella berada di depan rumah, satu dari tiga orang tak dikenal yang memegang parang langsung menanyakan keberadaan ayahnya. Dua orang lainnya menerobos masuk ke rumah menemui Syarifah di ruang tamu.

Seorang pelaku mencengkeram leher Syarifah dari belakang sambil menempelkan parang di leher korban.

Kepada Syarifah, pelaku menanyakan di mana kamarnya dan menggiring korban dengan tetap menempelkan parang. Di dalam kamar, pelaku mengambil gelang emas 10 mayam, uang Rp 700.000 di dompet, beberapa unit handphone, dan sejumlah barang lainnya. Bila ditotalkan kerugian korban sekitar Rp 50 juta.

“Ketika komplotan itu masuk ke rumah dan mencengkeram saya sambil menempelkan parang ke leher saya, terus terang saya sangat ketakutan, namun tetap berupaya tenang agar anak-anak saya tidak panik,” kata Syarifah kepada Serambi, Rabu (7/6).

Syarifah mengatakan, ketika dia digiring ke kamar, dua pelaku lainnya mengumpulkan keempat anak perempuannya di ruang tamu sambil dikawal dengan senjata parang.

Menurut Syarifah Hanum, wajah ketiga pelaku sempat dilihatnya namun tetap tidak dikenal. Setelah pelaku menguras harta benda miliknya, mereka secepatnya kabur. Tak lama kemudian suasana pun geger. “Malam itu juga kami membuat laporan ke Polsek Banda Sakti dan berharap pelakunya segera ditangkap,” ujar Syarifah menyiratkan trauma mendalam.

Saiful yang diwawancarai Serambi menyebutkan, saat kejadian perampokan tersebut dia baru ke luar sekitar 15 menit dengan tujuan ke rumah sakit. Dia baru tahu adanya kejadian itu saat dihubungi istrinya.

Saiful menyebutkan, kasus itu menyisakan trauma yang sangat mendalam terhadap istri dan keempat anaknya, terutama anak bungsunya. “Anak saya yang terkecil berusia 12 tahun. Dia sangat ketakutan dan meminta saya tidak pergi dari rumah agar bisa menemani dia terus,” ujar Saiful sambil menahan sedih.(bah) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id