Datok Suka Rakyat Bantah Tudingan Warga | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Datok Suka Rakyat Bantah Tudingan Warga

Datok Suka Rakyat Bantah Tudingan Warga
Foto Datok Suka Rakyat Bantah Tudingan Warga

KUALASIMPANG – Datok Penghulu (kepala desa) Suka Rakyat, Joni Sutrisno, membantah kinerjanya terhambat dalam melayani warga karena ia juga bekerja sebagai sopir ambulans di Puskesmas Rantau.

“Sebelum menjabat sebagai datok penghulu saya sudah bekerja sebagai sopir ambulans, dan selama ini tidak ada yang terhambat dalam hal pelayanan dan administrasi di kampong,” ujarnya, Rabu (7/6).

Ia juga merasa tidak melanggar hukum jika menerima gaji ganda dari pemerintah, yakni dari gaji sebagai datok juga gaji sebagai sopir yang sama-sama bersumber dari dana pemerintah. “Saya bekerja di Puskesmas pada pagi, dan setelah itu saya bekerja di kantor desa. Saya juga jarang mengantar pasien ke luar daerah karena ada dua sopir di Puskesmas Rantau,” jelasnya.

Namun ia mengaku, kantor desa yang disewa tidak pernah dibuka karena urusan kesekretariatan desa ditangani oleh sekretaris desa, dan selama ini segala sesuatu kebutuhan administrasi dilakukan di rumah sekdes. “Hanya stempel desa saja yang tetap saya pegang untuk menjaga-jaga agar tidak disalahgunakan dan untuk melayani warga,” ungkapnya.

Mengenai banyaknya perangkat desa yang mengundurkan diri, menurutnya hal itu karena sebagian dari mereka mengaku terpaksa. “Walaupun sudah buat surat pernyataan mengundurkan diri tapi sampai saat ini mereka masih bekerja. Kekosongan jabatan tersebut sudah saya usul penggantinya ke kecamatan, mudah mudahan dalam waktu dekat sudah ditandatangani camat, agar masalah ini cepat selesai,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan warga Kampong Suka Rakyat, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (6/6) menggelar demo di Kantor DPRK Aceh Tamiang untuk memprotes kinerja datok penghulu (kepala desa) mereka yang telah digaji dengan uang negara, namun masih menyambi sebagai supir ambulans di Puskesmas Rantau. Sehingga Datok sering berada di luar daerah dan mengabaikan urusan pelayanan pemerintahan di kampong tersebut

Warga mendesak pemerintah memberi sanksi tegas bagi aparatur desa yang mengabaikan tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat di tingkat pemerintahan desa. Khusus untuk Datok Penghulu Kampong Suka Rakyat, warga meminta ia harus memilih salah satu, menjadi datok atau menjadi sopir ambulans.(md) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id