Bendungan Irigasi Batee Iliek Bolong | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bendungan Irigasi Batee Iliek Bolong

Foto Bendungan Irigasi Batee Iliek Bolong

* 150 Hektare Sawah Terancam Kering

BANDA ACEH – BendunganIrigasi Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Bireuen, yang selama ini mengaliri sekitar 150-200 hektare sawah masyarakat, bolong setelah diterjang banjir bandang yang terjadi bulan lalu. Jika tak segera ditangani, dikhawatirkan bendungan itu akan makin rusak dan dampaknya sawah masyarakat mengalami kekeringan.

Tokoh Pesantren Ummul Ayman Samalanga, Tgk H Fachri Yahya, Sabtu (12/2) mengatakan, bolongnya bendungan itu mengakibatkan debit air irigasi menurun drastis. Sebelum bendungan bolong, jangkauan aliran air irigasi bisa mencapai 150 hektare sawah. Tapi sekarang hanya mampu menjangkau sekitar 75 hektare sawah.

“Masyarakat petani di Batee Iliek, Mamplam, dan Samalanga, sangat berharap Pemerintah Aceh bisa secepatnya memperbaiki bendungan serta tebing-tebing sungai yang rusak akibat diterjang banjir,” kata Fachri Yahya kepada Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, saat meninjau irigasi tersebut.

Menurut Fachri, musim tanam gadu tahun ini, kemungkinan besar banyak sawah yang tidak bisa ditanami padi. Sebab debit air irigasi yang telah berkurang.

Sementara Sulaiman Abda mengatakan akan menyampaikan persoalan itu kepada Dinas Pengairan Aceh untuk ditindaklanjuti, sebab bendungan itu berstatus bendungan provinsi. “Kami akan minta dinas segera menanganinya agar debit air irigasi kembali seperti semula dan mengairi sawah-sawah produktif di kawasan ini,” katanya.

Kepala Dinas Pengairan Aceh, Ir Samsul Rizal yang ditanyai Serambi mengatakan, bendungan yang rusak tersebut akan diperbaiki menggunakan dana operasi perbaikan bendungan irigasi. Dananya sudah disediakan dalam APBA 2016. Perbaikan tebing sungai juga ditangani tahun ini. Tapi ntuk memulai pekerkaan harus menunggu selesai proses lelang proyeknya.

Menurutnya, lelang proyek baru akan dimumumkan, Rabu (16/3), dan diharapkan pada akhir April sudah teken kontrak, sehingga pada awal Mei 2016, perbaikan bendungan irigasi yang bolong dan tebing sungai yang longsor sudah bisa dikerjakan,” demikian Samsul Rizal.(her) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id