Keumalahayati Disetujui Jadi Pahlawan Nasional | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Keumalahayati Disetujui Jadi Pahlawan Nasional

Keumalahayati Disetujui Jadi Pahlawan Nasional
Foto Keumalahayati Disetujui Jadi Pahlawan Nasional

JAKARTA – Seluruh fraksi di Komisi X DPR RI menyatakan dukungan penuh, diusulkannya Laksamana Pocut Meurah Keumalahayati sebagai pahlawan nasional. Menindaklanjuti gagasan tersebut, Pemerintah Aceh diminta mengajukan usulan secara tertulis kepada Presiden melalui Menteri Sosial.

Persetujuan penuh fraksi-fraksi Komisi X itu dicapai dalam rapat dengar pendapat umum Komisi X dengan pengurus organisasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani), di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6).

Rapat dipimpin Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya. Dari Kowani hadir Ketua Umun Kowani Dr Ir Giwo Rubanto Wiyogo, MPd, Sekjen Kowani Titien Pamudji, SIP dan sejumlah pengurus Kowani lainnya. Rapat tersebut juga dihadiri Sultanah Putroe Safiatuddin Cahaya Nur’alam, cucu sultan terakhir Aceh, Sultan Alaidin Muhammad Daudsyah, dan penulis sejarah Aceh Pocut Haslinda Syahrul.

Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya menyatakan Komisi X akan meminta kepada Pimpinan DPR RI mengeluarkan Surat Rekomendasi terhadap usulan pencalonan Laksamana Keumalahayati sebagai pahlawan nasional kepada Pemerintah.

“Kesepakatan seluruh fraksi adalah menyetujui diusulkannya Keumalahayati sebagai pahlawan nasional. Kami mendukung 1000 persen,” ucapnya.

Ide direkomendasikannya kepahlawanan Keumalahayati diajukan Kowani, federasi dari 90 organisasi wanita tingkat nasional yang berdiri sejak 22 Desember 1928. Organiasi tersebut sepakat merekomendasikan Laksamana Keumalahayati sebagai pahlawan nasional, setelah mempelajari sejarah dan sepak terjang Keumalahayati yang memimpin Armada Laut Kesultanan Aceh pada abad 16.

“Peran dan kebesaran Keumalahayati adalah fakta. Itu bukan dongeng. Bangsa Indonesia memiliki teladan seperti Keumalahayati, karenanya kami sepakat merekomendasikannya sebagai pahlawan nasional,” kata Ketua Umum Kowani Giwo Rubanto.

Giwo Rubanto menjelaskan, Laksamana Keumalahayati adalah laksamana perempuan muslim dunia pertama yang memimpin armada perang. Kesatuan TNI Angkatan Laut telah pula mengabadikan nama Keumalahayati dalam kapal perang KRI Keumlahayati pada 1987. Nama Keumalahayati juga ditabalkan sebagai nama sejumlah gedung, rumah sakit, serta lembaga pendidikan.

“Sehingga Kowani sangat ingin Laksamana Keumalahati diusulkan sebagai pahlawan nasional,” kata Giwo Rubanto.

Ketua Umum Kowani, Giwo Rubanto menambahkan pengukuhan kepahlawanan Keumalahayati harus dilakukan melalui usulan tertulis dari Gubernur Aceh. Usulan paling lambat sudah harus diterima Menteri Sosial sebelum 16 Juni 2017, sehingga bisa dikukuhkan pada 10 November 2017.

Kowani sudah menyurati Gubernur Aceh, tapi belum memperoleh respon.”Kita harapkan melalui Komisi X, bisa menindaklanjuti hal ini,” ujar Giwo Rubanto.

Disebutkan saat ini baru ada 12 pahlawan wanita Indonesia, yaitu Martha Christina Tiahuhu, Nyi Ageng Serang, Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, RA Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyi. Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan, Hj. Rangkayo Rasuna Said, Po Daeng Risaju, Fatmawati Soekarno, Siti Hartinah Soeharto. (fik) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id