Pansus Temukan Indikasi Korupsi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pansus Temukan Indikasi Korupsi

  • Reporter:
  • Rabu, Juni 7, 2017
Pansus Temukan Indikasi Korupsi
Foto Pansus Temukan Indikasi Korupsi

* Pada Proyek Irigasi Cubo/Trienggadeng

* Dana Ditarik 100 Persen, Proyek tak Selesai

MEUREUDU – Tim Panitia Khusus DPRA dari Daerah Pemilihan (Pansus-Dapil) II, Pidie dan Pidie Jaya menemukan indikasi korupsi pada proyek peningkatan jaringan irigasi DI Cubo/Trienggadeng Gampong Tampui, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay) sepanjang 1.000 meter yang dibiayai dana Otsus 2016 sebesar Rp 8.199.080.000.

“Dana telah ditarik 100 persen, sementara pekerjaan pembangunan tebing saluran tidak selesai dikerjakan sepanjang 300 meter. Selain itu, banyak dinding saluran yang retak tidak diperbaiki,” kata Ketua Pansus Dapil II, Anwar Ramli SPd, didampingi sejumlah anggota Pansus lainnya, Selasa (6/6).

Tim Pansus berjumlah sembilan orang ini, kemarin mengunjungi langsung lokasi proyek Otsus 2016 itu yang dikerjakan oleh rekanan PT Takabea Reshi Consulindo di pedalaman Gampong Tunong Tampui, Trienggadeng, sepanjang 1.000 meter.

Menurutnya, pihak pelaksana proyek menarik dana 100 persen dikarenakan mereka menyakini proyek ini dapat dituntaskan 100 %. Namun, dalam perjalanan, terjadi bencana gempa bumi pada 7 Desember 2016 lalu. Sehingga tidak memungkinkan pihak rekanan pelaksana dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) melanjutkan proyek tersebut.

Indikasi korupsi dalam hal ini yaitu, adanya penarikan dana hingga 100 persen sebelum pekerjaan tuntas seluruhnya. Hal ini tentu saja melanggar mekanisme dan melibatkan oknum pemerintahan dalam tindakan korupsi tersebut. Tidak selesainya pembangunan tebing saluran sepanjang 300 meter, juga membuat negara rugi puluhan juta rupiah.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pengairan Aceh, Amir Hamzah yang dikonfirmasi secara terpisah, Selasa (6/6), mengakui sepanjang 300 meter tebing saluran tidak tuntas dikerjakan. Terkait hal ini, menurutnya pihak rekanan juga telah mengembalikan dana sesuai volume yang tak selesai dikerjakan, yakni sebesar Rp 960 juta.

“Rp 960 juta yang dikembalikan ke kas daerah ini sesuai hasil hitungan terhadap volume seluruh pekerjaan,” katanya. Namun ia tak menjelaskan bagaimana dana tersebut bisa ditarik seluruhnya oleh rekanan sebelum pekerjaan selesai dilakukan.

Sementara, terkait kondisi tebing saluran yang retak akibat gempa bumi, menurut Amir Hamzah, di luar tanggung jawab rekanan karena sebelumnya rekanan sudah membangun sesuai spesifikasi yang ditetapkan.(c43) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id