Listrik untuk Pidie Defisit 6,5 MW | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Listrik untuk Pidie Defisit 6,5 MW

  • Reporter:
  • Senin, Maret 14, 2016
Foto Listrik untuk Pidie Defisit 6,5 MW

SIGLI – Manajer PLN Area Sigli, Haris Andika, Minggu (13/3) mengatakan, selain pasokan listrik interkoneksi dari Sumatera Utara, kebutuhan listrik untuk kabupaten Pidie dan sekitarnya juga dipasok dari PLTU Nagan Raya, sebesar 6,5 Mega Watt (MW).

“Saat suplai listrik PLTU Nagan terhenti, pelanggan di Pidie dan Pidie jaya terpaksa mengalami pemadaman bergilir, karena terjadi defisit 6,5 MW,” kata Haris. Karena defisit listrik ini, pemadaman bergilir pun sudah terjadi sepanjang dua pekan terakhir.

Ketergantungan terhadap penyediaan energi listrik untuk warga ini seharusnya dipikirkan oleh Pemkab setempat. Sehingga setiap daerah, memiliki cadangan listrik dari mesin pembangkit masing-masing, untuk mengantisipasi terhentinya pasokan utama listrik yang masih bergantung dari Sumatera Utara.

Apalagi, upaya membagi arus yang dilakukan PLN melalui pemadaman bergilir, malah membuat kerugian dari pelanggan akan semakin besar. Karena arus yang tak stabil dan hidup-mati, akan menimbulkan kerusakan alat-alat elektronik milik usaha kecil dan rumah tangga. Bahkan, hal ini bisa memicu timbulkan letupan api saat listrik bertegangan tinggi ini kembali menyala, seusai pemadaman.

Untuk itu, warga pun diminta memastikan semua sambungan listrik turut dicabut dari stop kontak, saat listrik sedang padam. Agar saat listrik kembali menyala, tegangan yang tinggi ini tidak sampai menimbulkan percikan api, atau merusak alat-alat elektronik di rumah warga.

Sementara itu, untuk menjamin keamanan jaringan kabel, dalam satu minggu terakhir pihak PLN Area Sigli juga menurunkan petugas untuk membersihkan pepohonan yang menghalangi jalur kabel. Pembersihan ini juga memanfaatkan jadwal pemadaman bergilir, karena tak bisa dilakukan setiap saat.

Pemadaman listrik akibat daerah tidak mandiri dalam hal penyediaan energi, jelas membuat aktivitas masyarakat terganggu. “Tapi, sekarang suplai listrik dari Nagan Raya ke Pidie sudah normal kembali. Namun pemadaman seperti ini masih berpeluang terus terjadi, karena defisit arus listrik ini,” tambah Haris, disela-sela simulasi pencegahan bencana dan kebakaran yang diikuti karyawan PLN di kantor tersebut, kemarin.

Persoalan lain yang selalu dihadapi pihak PLN, dalam memperbaiki kualitas pelayanan, adalah besarnya tunggakan pembayaran tagihan listrik. Pemerintah daerah pun malah sering menjadi penunggak terbesar.

“Di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, 50 persen tunggakan listrik disebabkan oleh Pemkab berikut seluruh instansi di jajarannya. Untuk saat ini, tunggakan tagihan listrik Pemkab Pidie dan Pidie Jaya terhitung sejak bulan Desember 2015,” katanya.

Ia mengaku nilai tunggakan ini mencapai miliaran rupiah, sehingga sangat mengganggu pembiayaan operasional PLN itu sendiri, dan berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan dari pihak PLN.(naz) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id