Di Mata Warga, Panglima Mahdi Itu Orang Baik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Di Mata Warga, Panglima Mahdi Itu Orang Baik

Di Mata Warga, Panglima Mahdi Itu Orang Baik
Foto Di Mata Warga, Panglima Mahdi Itu Orang Baik

MINGGU (4/6) sore sekitar pukul 18.20 WIB, suasana di depan rumah Mahdi (43) alias Panglima Mahdi (43) di Dusun Kuta Peutek, Gampong Gureb, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, tampak sepi.

Begitulah suasananya saat Serambi melintas di jalan gampong di depan rumah Panglima Mahdi. Sebelumnya sejumlah warga yang duduk-duduk di Box Culvert pintu masuk mesjid gampong setempat yang ditemui Serambi menunjukkan lokasi rumah Panglima Mahdi yang berjarak 200 meter dari lokasi.

Saat melintas di depan rumah Panglima Mahdi, rumahnya tampak sepi, seperti tak terjadi apa-apa. Di teras rumah terparkir mobil pribadi warna putih, pintu rumah bagian samping kiri terbuka, namun tak ada seorang pun yang terlihat.

Kemudian Serambi memutuskan untuk kembali. Di lokasi semula di depan mesjid gampong setempat, Serambi kembali berbincang dengan warga dan menanyakan apakah mereka sudah mengetahui berita tentang Panglima Mahdi yang telah meninggal akibat ditembak polisi di Medan karena terlibat kasus narkoba.

Mendengar informasi ini warga terkejut dan mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

Selain terkejut, warga seakan tak percaya mendengar berita bahwa Panglima Mahdi telah meninggal akibat ditembak polisi Sumut karena terkait kasus narkoba.

“Nggak mungkin Panglima Mahdi terlibat narkoba. Dia paling benci sabu-sabu, pasti ada motif lain di balik kasus ini,” ujar seorang warga.

Selama ini, ungkap warga, Panglima Mahdi di gampong tersebut sangat dihargai. Karena, selain sebagai mantan panglima GAM Wilayah Idi, ia juga memiliki rasa sosial yang tinggi. Jajaran bawahannya juga sangat menyeganinya.

Menurut seorang warga, kegiatan Panglima Mahdi belakangan ini adalah sebagai kontraktor sejumlah proyek fisik di Aceh Timur.

Keluarga Mahdi juga memiliki latar belakang dominan mantan eks GAM.

“Adik-adik Panglima Mahdi semuanya mantan GAM, dan ia juga sangat disegani oleh bawahannya,” ungkap warga lainnya.

Menurut warga tadi, Panglima Mahdi meninggalkan seorang istri dalam kondisi hamil, ditemai dua anaknya yang masih kecil, seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Sementara itu, Keuchik Kambam, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Anwar Tahir kepada Serambi tadi malam membeberkan siapa Zahri (39), salah satu tersangka kasus narkoba yang ditembak mati polisi saat menyergap Panglima Mahdi dan Zahri di jalan tol Belawan-Medan-Tanjungmorawa (Belmera), Tanjungmulia, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (3/6) malam.

Menurut Anwar Tahir, satu hari sebelum kejadian tersebut, ia pernah dihubungi Zahri (39), warga desanya itu, via telepon.

Zahri menanyakan kondisi di kampung dan juga keluarganya. “Ketika saya tanyakan, dia mengaku sedang berada di Medan, bekerja sebagai agen mobil bekas,” ujar keuchik.

Disebutkan, pada saat meugang puasa lalu Zahri juga masih berada di kampungnya. “Hari itu (meugang puasa) ia membeli daging pada saya. Namun, saya tak tahu kapan dia pergi ke Medan. Dan saya tidak tahu dia terlibat dalam jaringan narkoba. Padahal, selama ini saya sudah berulang-ulang mengingatkan warga saya, termasuk Zahri, supaya tidak terlibat narkoba,” ujar Anwar.

Menurut keuchik, sebelumnya Zahri berjualan barang kelontong di desanya, tak jauh dari Bandara Malikussaleh, Aceh Utara. Tapi lima bulan terakhir dia sudah sering pergi ke Medan bersama temannya. Selama ini yang diketahui warga pekerjaannya adalah menjadi agen mobil bekas di Medan.

Pria itu meninggalkan seorang istri bernama Laila (33) dan empat anak. “Kami baru mendapat informasi dia meninggal karena ditembak. Sebentar lagi kami akan musyawarah dulu bersama keluarga dan aparat desa. Jika sudah positif, kami akan menjemput jenazahnya malam ini juga dengan menggunakan ambulans,” katanya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Narkoba AKP Mukhtar kepada Serambi tadi malam menyebutkan, pihaknya akan menelusuri dulu apakah ia termasuk dalam target operasi pihaknya selama ini atau tidak. “Saya juga baru dapat informasi. Jadi, saya telusuri dulu apakah ia sudah termasuk TO kami atau bukan,” kata Kasat Narkoba. (tim/jaf) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id