Lagi, Tim KBRI Jenguk WNI yang Ditahan di Semenyih | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lagi, Tim KBRI Jenguk WNI yang Ditahan di Semenyih

Lagi, Tim KBRI Jenguk WNI yang Ditahan di Semenyih
Foto Lagi, Tim KBRI Jenguk WNI yang Ditahan di Semenyih

URI.co.id, BANDA ACEH – Fisrt Secretary/Consular Affair Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Dahlia Kusuma Dewi mengaku sudah menjenguk lima Warga Negara Indonesia (WNI), tiga di antaranya dari Aceh, di depo Imigrasi Semenyih, Malaysia. Semuanya dalam keadaan sehat.

Mereka adalah sebagian kecil dari 68 WNI yang ditahan Atase Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pada 2 Mei lalu karena meninggalkan perairan Malaysia dengan tujuan Sumatera naik boat sayur melalui jalur tidak resmi. Saat diperiksa di atas boat tersebut mereka juga tidak dapat memperlihatkan kepada petugas dokumen keimigrasian yang sah.

Tapi kemudian karena alasan kemanusiaan, lima perempuan dari 68 WNI yang ditahan itu diberi pengampunan oleh majelis hakim Pengadilan Sipil Sepang Malaysia, karena satu di antaranya sudah berusia lanjut dan dua perempuan lainnya sedang beranak kecil yang anak mereka juga perempuan.

Menurut Dahlia kepada URI.co.id, Minggu (4/6/2017) pagi, kelima perempuan itu masih menunggu jadwal pemulangan ke Indonesia. Mereka adalah Syamsiah Hasan (67) asal Beureunuen, Pidie, Tia Wati (25) asal Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe bersama bayinya bernama Tiara Salsabila yang berusia delapan bulan.

Ketiga perempuan ini–bersama seorang wanita Minang dan bayinya–sudah mendapat pengampunan dari majelis hakim Pengadilan Sipil di Sepang, Selangor. Namun, hingga kemarin mereka belum juga dideportasi oleh Imigrasi Malaysia ke Indonesia.

KBRI Malaysia, kata Dahlia, sudah melayangkan surat kepada APMM Port Klang, Selangor, selaku pihak penyiasat (penyidik) agar pemulangan mereka ke Tanah Air bisa dipercepat.  “Kita doakan bersama ya agar mereka bisa segera pulang,” kata Dahlia.

Pekan lalu, KBRI telah memberikan uang santunan dalam bentuk ringgit kepada seluruh WNI yang semula ditahan di lokap tahanan Imigrasi Port Klang Selangor itu sebagai bekal bagi mereka menyambut masuknya bulan suci Ramadhan. (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id