Tiga Pejabat Bireuen Tersangkut Kredit Fiktif | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiga Pejabat Bireuen Tersangkut Kredit Fiktif

Foto Tiga Pejabat Bireuen Tersangkut Kredit Fiktif

BIREUEN – Tiga pejabat Bireuen masing-masing J, AH, dan MN diduga terlibat kredit fiktif pada Bank Mandiri Cabang Bireuen. Seorang di antara mereka, yaitu MN sudah dibawa ke Mapolda Aceh, Jumat (11/3) sore.

Informasi yang dihimpun Serambi, Sabtu (12/3) menyebutkan, J dan AH dikabarkan masih di Bireuen karena Pemkab Bireuen sudah memohon penundaan pemeriksaan terhadap keduanya untuk menyelesaikan berbagai kegiatan di kabupaten tersebut.

Selain tiga pejabat tersebut, beberapa pelaku kredit fiktif di PT Bank Mandiri Bireuen juga dikabarkan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan bersama sejumlah barang bukti. Pada Jumat (11/3) sore diboyong ke Mapolda Aceh untuk pengusutan lebih lanjut.

Pantauan Serambi di Mapolres Bireuen, Jumat (11/3) sekitar pukul 14.45 WIB, iringan sejumlah mobil mewah yang merupakan barang bukti kasus pembobolan bank milik pemerintah itu melintasi halaman Mapolres Bireuen menuju pintu keluar.

Mobil-mobil yang diduga barang bukti kasus kredit fiktif itu di antaranya Toyota Fortuner BK 54 TE, Honda Freed BK 48 FU dan Honda Jazz. Mobil-mobil tersebut beriringan bersama mobil pribadi milik anggota Polda Aceh yang membawa tersangka.

“Di belakang Mapolres para tersangka sudah perpisahan dengan keluarga. Ada keluarga yang nangis-nangis, tapi kami tidak tahu berapa orang tersangka yang dibawa,” kata seorang anggota Polres Bireuen.

Menurut informasi, kasus tersebut melibatkan kerja sama oknum karyawan Bank Mandiri Bireuen dengan sejumlah orang termasuk oknum kepala dinas dan oknum camat di Pemkab Bireuen pada 2013. Total kredit fiktif mencapai puluhan miliar.

Modus dilakukan tersangka dengan mencatut nama sejumlah pegawai Kantor Dinas Syariat Islam Bireuen, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, pegawai Kantor Camat Kuala, dan Kantor Camat Jangka.

Uang dari kredit hasil mencatut PNS di beberapa SKPK itu dinikmati pelaku untuk kepentingan pribadi. Kasus itu terkuak setelah pegawai yang dicatut namanya didatangi tim auditor kredit Bank Mandiri Regional Lhokseumawe terkait kredit macet beberapa waktu lalu.

Para pegawai yang berkas kepegawaiannya terutama SK digunakan oleh sindikat kredit fiktif itu kaget sebab tidak pernah mengajukan kredit. Mereka dilaporkan menunggak kredit mencapai ratusan juta.

Sejumlah pejabat Pemkab Bireuen yang terlibat sindikat kredit bermasalah tersebut yaitu J (mantan Kadis Syariat Islam Kabupaten Bireuen), AH (Kepala BPBD Bireuen), MN, oknum camat, selebihnya pengusaha, dan beberapa tersangka lainnya.

Wakapolres Bireuen, Kompol Siswara Hadi Candra SIK ditemui di ruang kerjanya, membenarkan sejumlah tersangka kasus kredit fiktif di Bank Mandiri Bireuen bersama sejumlah mobil yang merupakan barang bukti dibawa ke Polda Aceh.

Ia mengatakan, Polres Bireuen hanya memberikan fasilitas dan tempat kepada tim Polda Aceh yang dipimpin Kompol Dodi Prawira SH, SIK. Ia minta kepada Serambi untuk menanyakan hal itu ke pejabat Polda Aceh.(c38) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id