Dewan Bentuk Pansus | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dewan Bentuk Pansus

Dewan Bentuk Pansus
Foto Dewan Bentuk Pansus

* Kasus Bayi Meninggal dalam Mobil

MEULABOH – DPRK Aceh Barat merekomendasikan membentuk tim Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri dan mempelajari kasus meninggalnya bayi dalam mobil yang dilahirkan Linda (20), warga Baro Paya Kecamatan Panton Reu.

“Terhadap hasil pertemuan ini akan kami laporkan ke ketua dewan. DPRK akan turunkan tim Pansus untuk menjawab persoalan itu,” kata Wakil Ketua DPRK Aceh Barat Usman kepada wartawan setelah pertemuan dengan Asisten II Setdakab, Muslim Raden, Kadis Kesehatan Aceh Barat dr Zafril Luthfy, Kepala Puskesmas Meutulang, Hasanuddin dan aktivis GeRAK Aceh Barat dan LBH Pos Meulaboh, Rabu (31/5).

Menurutnya dalam pertemuan ditemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi dan disikapi serius seperti kasus kedisiplinan, kurangnya kepercayaan masyarakat kepada bidan dan juag soal keberadaan ambulans. Usman menyatakan kasus meninggalnya bayi dalam mobil menjadi cambuk bagi daerah untuk membenahi sektor kesehatan, apalagi kasus ini menyangkut nyawa manusia.

Koordinator GeRAK Aceh Barat Edy Syah Putra dalam kesempatan itu meminta kasus meninggalnya bayi tersebut harus diusut serius dan ada sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab. Seperti diberitakan seorang wanita hamil tua, Linda (20) warga Desa Baro Paya Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Senin (23/5) lalu terpaksa melahirkan darurat dalam mobil pribadi milik keluarganya di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Bayi berkelamin laki-laki itu akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya Linda sempat dibawa ke Puskesmas Meutulang Panton Reu, namun di Puskesmas itu tidak ada dokter dan ambulans sehingga langsung dilarikan ke RS Meulaboh dengan mobil pribadi. Sedangkan ibu bayi berhasil diselamatkan.

Kadis Kesehatan Aceh Barat dr Zafril Luthy menyatakan pihaknya akan mendampingi tim Pansus. Menurutnya apabila nanti ditemukan ada dugaan pelanggaran dari petugas medis tentu akan diambil tindakan tegas. “Perlu juga kami sampaikan saat ini jumlah dokter di Puskesmas itu hanya satu orang dan seorang lagi sekolah spesialis,” katanya. Asisten II Setdakab Muslim Raden menyatakan, hasil dari pertemuan DPRK dengan Dinkes akan dilaporkan ke bupati untuk diambil tindakan lebih lanjut.(riz) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id