Apa Karya: Pasangan Saya bukan Eks GAM | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Apa Karya: Pasangan Saya bukan Eks GAM

Foto Apa Karya: Pasangan Saya bukan Eks GAM

BANDA ACEH – Mantan menteri pertahanan GAM, Zakaria Saman mengaku telah mengantongi beberapa nama sebagai calon wakil yang akan mendampinginya dalam Pilkada Aceh 2017. Namun, sosok yang akrab disapa Apa Karya ini enggan menyebut nama-nama kandidat bidikannya.

Tapi ia memastikan, calon wakil yang akan dipilih bukan dari kalangan eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM), bukan dari kalangan Partai Aceh (PA), dan bukan dari Komite Peralihan Aceh (KPA). Selain itu juga tidak berasal dari Pidie atau Pidie Jaya.

“Kon eks GAM, kemudian yang kedua bek Pidie ngon Pidie Jaya, nyan han kumah tapeugot Aceh. Tanyoe awak Pidie tacok loem awak Pidie, man kon lagei Cina saboh gedong, meunan istilah lam bahsa Aceh. (Bukan eks GAM, kemudian jangan orang Pidie atau Pidie Jaya, itu tidak bisa membangun Aceh. Kita orang Pidie masa ambil lagi orang Pidie, itu seperti Cina satu gedung, begitulah istilah dalam bahasa Aceh,” kata Apa Karya kepada Serambi di Banda Aceh, Sabtu (12/3).

Apa Karya mengatakan, pagi kemarin ia menghadiri undangan Partai NasDem ke Hermes Hotel untuk silaturahmi dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh. Dalam kesempatan itu, Apa Karya menyampaikan niatnya maju sebagai cagub Aceh untuk membangun Aceh yang lebih baik lagi ke depan.

“Saya diundang ke sana untuk silaturahmi dengan Pak Surya Paloh. Beliau memang sudah tahu saya akan maju, dan tadi juga sudah saya sampaikan saya maju melalui jalur independen. Alhamdullah beliau mendukung dan mengarahkan saya agar benar-benar mempersiapkan semua persyaratan untuk maju melalui jalur ini,” ujar Apa Karya.

Dalam pertemuan dengan Surya Paloh, lanjut Apa Karya, juga membicarakan soal kekinian tentang Aceh. Keduanya sepakat untuk sama-sama menjaga perdamaian yang telah dirajut dan berperan dalam menjaga kestabilan politik di Aceh.

“Kita sepakat menjaga politik jangan ribut, soal pembangunan nomor dua yang penting politik dulu harus aman. Karena jika ribut politik, maka undang-undang tidak jalan dan berefek kepada persoalan lainnya termasuk pembangunan di Aceh,” pungkas Apa Karya.

Menjawab Serambi tentang sosok wakilnya, Apa Karya yang masih berstatus Tuha Peut Partai Aceh mengatakan sosok wakilnya akan diumumkan akhir April mendatang. Semua nama yang telah dikantonginya saat ini masih perlu dievaluasi oleh tim sukses dan orang-orang terdekatnya.

“Pilihan itu memang ada pada saya, tapi untuk persoalan wakil saya ini tetap dibahas secara musyawarah dan tentunya itu lebih baik. Kalau saya pilih sendiri belum tentu tepat. Oke kalau tepat, kalau tidak tepat nanti siapa yang bertanggung jawab,” ujar Zakaria Saman.

Katanya, saat ini ada empat nama yang telah dikantongi dirinya bersama tim sukses, keempat nama tersebut berdasarkan hasil survei dan kajian-kajian yang dilakukan selama ini.

Ditanya kriteria seperti apa yang akan dipilihnya, Apa Karya mengatakan ia butuh calon wakil yang dikenal masyarakat Aceh. “Yang penteng beu diteuoh, beu meuphom. Bek sampe tanyoe hanjeut, jih pih hanjeut. Inti jih bejeut sama-sama tabangun Aceh. (Yang penting sekali harus mengerti. Jangan sampai kita tidak bisa, dia pun tidak bisa, intinya bisa sama-sama membangun Aceh),” ujar Apa Karya.(dan) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id