Orang Berpuasa Sangat Dimuliakan di Kairo | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Orang Berpuasa Sangat Dimuliakan di Kairo

Orang Berpuasa Sangat Dimuliakan di Kairo
Foto Orang Berpuasa Sangat Dimuliakan di Kairo

MUHAMMAD SYAFRIANSYAH, Mahasiswa Penerima Beasiswa LPSDM Aceh 2016, Program Magister di Jamiah Dual Arabiyyah, melaporkan dari Kairo, Mesir

ALHAMDULILLAH, sudah setahun saya kuliah di Mesir atas bantuan Pemerintah Aceh melalui Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh dalam program beasiswa S2 sejak tahun 2016.

Di bulan Ramadhan yang mulia dan suci ini di banyak muhsinin yang dermawan menafkahkan hartanya di jalan Allah, setelah beberapa bulan mereka kumpulkan. Mereka menyediakan takjil (makanan berbuka puasa) yang penyajiannya dibentangkan di tikar maupun di meja khusus untuk iftar jama’i. Mereka benar-benar termotivasi oleh hadis Nabi saw: Barangsiapa yang memberi makanan bagi orang yang berbuka puasa niscaya dia akan diberikan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tersebut.

Walaupun kuliah di Mesir, tapi kita juga dapat menggali ilmu bersama masyaikh negeri Arab lainnya. Program ini sangat diminati mahasiswa asing di Kairo yang biasanya dilaksanakan sebelum berbuka puasa. Dalam puasa ini marak pengajian kutubutturas sekaligus khataman kitab, terutama berkenaan dengan Ramadhan Karim, di kawasan Darrrasah Husein.

Bertabur pula mudhaiyyafah (tempat pengajian), baik untuk muslim maupun muslimat, misalnya, di Mudaiyyafah Syeikh Asmail Adawi dan Mudhaiyyafah Amirandah. Yaitu, tempatnya talaqqi bersama masyaikh Azhar dan masyaikh Arab lainnya. Ada juga Sahah Aceh.

Juga ada tempat ber-talaqqi fikih bersama Syeikh Daud Yordani dan Syeikh Suheil Malibari. Tapi tempatnya sekarang masih dalam status sewa. Semoga ada yang meginvestasikan hartanya tahun depan untuk tempat talaqqi fikih ini.

Sejauh yang saya rasakan, indah sangat jika bulan puasa selalu dihiasi dengan pengajian agama agar nilai ibadah yang kita lakukan makin meningkat derajatnya.

Istimewanya lagi, tak perlu mengeluarkan uang sepersen pun untuk berbuka puasa di Mesir karena masyarakat Mesir gemar bersedekah dan sangat memuliakan orang yang berpuasa. Mereka dengan sukacita menyediakan bekal berbuka baik di mudhaiyyafah maupun di masjid-masjid. Bahkan mereka rela berdiri di samping jalan untuk membagi-bagikan makanan berbuka. Terkadang sedekah tersebut berupa jus maupun makanan. Kita hanya duduk-duduk di masjid, makanan datang sendiri (diantar oleh para dermawan). Amboi enaknya.

Selain itu, di waktu kita jalan-jalan sore banyak para muhsinin pemilik toko yang mengajak berbuka di maidah rahman, di depan toko mereka. Inilah salah satu sisi terindah berbuka puasa di Mesir.

Di samping itu, setelah siraman rohani menjelang berbuka langsung siraman rohani yang sering disebut maidah rahmah, sesuai dengan namanya yang membawa rahmah dari Allah kepada orang berpuasa. Maidah rahmah terdiri atas nasi, daging, kurma, tamar hindi atau asam jawa yang dijadikan jus. Juga ada lauk lainnya khas Mesir seperti ‘isy, makanan yang terbuat dari gandum, makanan pokok orang Mesir.

Bahkan ada pula yang menyediakan makanan sahur setiap malam, seperti Sahah Yamani.

Selain itu, ada beberapa hal yang unik di saat perayaan menyambut bulan Ramadhan di Mesir, layaknya Lebaran di Indonesia. Apanya yang beda? Jelang Ramadhan, masyarakat Kairo menghiasi masjid dan rumahnya dengan pernak-pernik dan lampu kelap-kelip dan penerang, layaknya pesta di tiap sudut jalan demi menyambut Ramadhan.

Selain indahnya pemandangan di malam Ramadhan, hati kita juga sejuk saat mendengar bacaan imam Tarawih 20 rakaat yang merupakan qari serta memahami banyak qira’at. Ini pemandangan rutin di Masjid Jamik Al-Azhar Syarif. Antara Isya dan Tarawih selalu pula diselingi dengan ceramah Ramadhan. Ini sangat berguna menambah wawasan religiositas kita.

Begitulah sekilas cerita Ramadhan di Kairo. Semoga menjadi motivasi bagi kaum muda Aceh yang ingin melanjutkan studi di Mesir dan merayakan Ramadhan yang mulia bersama Syeikh Al-Azhar. Semoga.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id