Tuntut Rektor Mundur, Mahasiswa ISBI Demo | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tuntut Rektor Mundur, Mahasiswa ISBI Demo

  • Reporter:
  • Sabtu, Juni 3, 2017
Tuntut Rektor Mundur, Mahasiswa ISBI Demo
Foto Tuntut Rektor Mundur, Mahasiswa ISBI Demo

BANDA ACEH – Sekitar 50-an mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh di Kota Jantho Aceh Besar, Jumat (2/6) menggelar demo menuntut rektor mundur. Dalam aksi itu dilaporkan juga sempat terjadi saling dorong dengan pihak keamanan.

Para pendemo yang tergabung dalam Forum Mahasiswa ISBI Aceh (Formia) itu menuntut Rektor ISBI, Dr Ahmad Akmal mundur dari jabatannya, serta membatalkan pelantikan dua Wakil Rektor yang dijadwalkan kemarin. Menurut mahasiswa, pelantikan dua Wakil Rektor itu melanggar statuta ISBI Aceh.

Informasi diperoleh Serambi kemarin, mahasiswa mendatangi gedung rektorat kampus ISBI sekitar pukul 08.00 WIB, mengenakan jas almamater. Kemudian mahasiswa berorasi bergantian dan akhirnya Rektor ISBI menemui mahasiswa. Selanjutnya mereka menyerahkan poin-poin tuntutan kepada Rektor.

Usai penyerahan poin tuntutan, mahasiswa yang masih belum membubarkan diri dan sempat saling dorong dengan petugas kepolisian yang mengawal jalannya aksi. Bahkan dalam rekaman vedeo yang beredar terlihat seseorang ditangkap oleh petugas dalam aksi itu.

Menurut mahasiswa dalam aksi itu ada dua dosen yakni M Zubir dan Fadlan Bachtiar sempat diamankan ke Mapolres Aceh Besar dan sempat dikasari. Namun, beberapa saat kemudian keduanya dibebaskan.

Sementara Koordinator Aksi, Andi menyebutkan aksi mereka awalnya sebagai aksi damai. Tapi, karena adanya saling dorong sehingga aksi itu pun ricuh. Dalam aksi itu mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan, yaitu meminta Rektor mundur dan mempertanggungjawabkan kinerjanya selama ini, serta menolak pelantikan Wakil Rektor.

Selain itu, mahasiswa menuntut penyelesaian gedung kampus yang sudah mulai dibangun pada 2014.

Perubahan mata kuliah di setiap semester dan penambahan jumlah dosen. Mereka juga mengkritisi kinerja staf akademik yang dinilai tidak profesional, kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler yang tidak didukung rektor, banyaknya prodi belum terakreditasi.

Tak ada pemukulan
Wakapolres Aceh Besar, Kompol Agung Prasetyo SH ditanyai Serambi kemarin mengatakan tidak ada pemukulan, seperti banyak informasi dan kabar yang beredar. “Tidak ada dosen atau mahasiswa yang diamankan atau dipukuli,” tegas Kompol Agung.

Malah, sebutnya aksi mahasiswa itu tidak mengantongin izin. Katanya, petugas juga langsung memediasi di lokasi tempat berlangsungnya unjuk rasa. “Semua persoalan langsung diselesaikan. Jadi, tidak ada kericuhan dan tidak ada masalah apapun,” sebut Agung.(mun/mir) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id