Tiang Masjid Ulee Lheue Keropos | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiang Masjid Ulee Lheue Keropos

Tiang Masjid Ulee Lheue Keropos
Foto Tiang Masjid Ulee Lheue Keropos

BANDA ACEH – Tim Laboratorium Fakultas Teknik Unsyiah, Jumat (2/6) kemarin melakukan tes uji kekuatan tiang beton Masjid Baiturrahim Ulee Lheue Banda Aceh. dari hasil tes itu dinyatakan rata-rata tiang retak-retak (meletek) dan keropos.

“Tes beton ini dilakukan, atas permintaan Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi, bersama Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal yang merasa prihatin dengan kondisi tiang beton Masjid Baiturrahim yang sudah mulai retak-retak,” kata Dekan Fakultas Teknik Unsyiah, Dr Mirza Ibrahim Hasan kepada Serambi, Jumat kemarin.

Mirza mengatakan, standar kekuatan tiang beton sebuah bangunan itu minimal di atas 20 MPA. Tiang beton masjid yang sudah keropos dan terkelupas tersebut, kekuatannya tinggal 10,8 MPA lagi. “Ini artinya, daya tahan tiang beton telah menurun,”ujarnya.

Masyarakat Ulee Lheue pada masa rehab rekon, tidak merubuhkan Masjid Baiturrahim untuk dibangun yang baru, kata Mirza, karena masjid itu tidak hancur akibat terjangan gelombang besar tsunami, makanya masyarakat minta direhab saja.

Pada saat dilakukan perbaikan kekuatan tiang pada waktu diukur, kata Mirza, mungkin masih berada di atas 20 MPA. Tapi setelah 12 tahun tsunami, tiang beton dan besi beton yang berada di dalam tiang mengalami karosi atau berkarat. “Kami merekomendasikan harus dirobohkan, dibangun yang baru. Sebelum dirobohkan, kalau ingin membangun yang baru yang sama bentuknya dengan wajah lama masjidnya harus difoto dulu,” ujar Mirza.

Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Subhan dan Imam Masjid, Abdullah mengatakan, Masjid Baiturrahim itu dibangun tahun 1982. Selama ini masjid itu telah menjadi objek wisata karena tetap berdiri kokoh saat tsunami. “Kami akan musyawarah dulu dengan masyarakat menyangkut hasil lab masjid itu harus dirobohkan,” ujar Abdullah Iman Masjid Baiturrahim Ulee Lheue tersebut.(her) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id