Kawasan Barsela Butuh ‘Big Push’ | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kawasan Barsela Butuh ‘Big Push’

Kawasan Barsela Butuh ‘Big Push’
Foto Kawasan Barsela Butuh ‘Big Push’

BANDA ACEH – Pengamat ekonomi Aceh kelahiran Aceh Barat, Dr Nazamuddin MA berpendapat kawasan barat-selatan Aceh (biasa disingkat Barsela) memerlukan satu strategi khusus untuk dapat maju dan berkembang agar sejajar dengan kabupaten/kota yang tergolong maju lainnya di Aceh.

“Untuk itu, kita perlu satu strategi ‘big push’ atau dorongan besar. Salah satu kuncinya adalah Barsela harus lebih banyak penduduknya, terutama penduduk yang berpendidikan tinggi, memiliki skill, sehat, dan produktif,” kata Nazamuddin dalam Diskusi Publik Strategi Percepatan Pembangunan Kawasan Barat Selatan Aceh di lapangan tenis dalam kompleks kediaman AmiKawasan Barsela Butuh ‘Big Push’ah Usman MM, wali kota terpilih Banda Aceh, kawasan Lampaseh, Banda Aceh, Kamis (1/6) sore.

Selain Nazamuddin yang kini Wakil Rektor IV Universitas Syiah Kuala, diskusi publik tersebut juga menghadirkan pemateri lainnya, Prof Dr Muchlisin ZA MSi, Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unsyiah yang juga kelahiran Aceh Selatan.

Diskusi yang dihadiri sekitar 700 peserta itu diselenggarakan oleh Persaudaraan Barat Selatan Aceh (PBSA) yang diketuai Zainal Sabri. Hampir seluruh tokoh PBSA dari delapan kabupaten/kota (mulai dari Aceh Jaya hingga Aceh Singkil) yang berdomisili di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar hadir dalam diskusi tersebut. Hadir juga Muslim Ayub SH MM (Anggota DPR RI asal Aceh), Erly Hasyim (Bupati Simeulue terpilih), Drs Zainal Arifin (Wakil Wali Kota Banda Aceh terpilih), Rahmat Fitri (Wakil Bupati Aceh Barat), dan Kombes Pol Armensyah Thai (Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh).

Menurut Nazamuddin, para bupati dan wali kota di kawasan barat selatan Aceh perlu mencurahkan dana yang lebih besar lagi untuk investasi di bidang pendidikan. “Ini harus menjadi kesadaran dan gerakan bersama. Perlu pula kita gelorakan kebangkitan kawasan barat selatan Aceh,” kata Nazamuddin.

Ia sebutkan, jumlah penduduk delapan kabupaten/kota di kawasan Barsela itu hanya 21,6% dari total penduduk Aceh. Sedangkan kontribusinya terhadap PDRB Aceh hanya 18,7%. Di mata Nazamuddin, angka itu masih kecil, belum sampai 1/5 dari total omset perekonomian Aceh. Atas dasar pertimbangan itu, Nazamuddin merekomendasikan perlu penambahan penduduk, tapi haruslah terdidik, di kawasan Barsela.

Sementara itu, Prof Muchlisin menilai, potensi kelautan Barat Selatan Aceh sangat besar. “Tapi belum kita manfaatkan optimal. Padahal, lebih dari 50 persen penduduk Aceh bergantung hidupnya pada laut,” kata Muchlisin.

Ia juga menilai, arah pengembangan Aceh di sektor kelautan belum selaras dengan kemauan pusat yang kini mengembangkan konsep poros maritim. Tata kelola pemerintahan juga belum efektif dan efisien. “Bahkan biaya manajemennya terlalu besar, mencapai 50 persen, mulai dari penganggaran sampai fee yang diterima pelaksana proyek,” ujarnya.

Ia merokemendasikan perlunya dibentuk kawasan ekonomi khusus perikanan di Barat Selatan Aceh, sesuai dengan potensi perikanan dan kelautan di kawasan ini.

Diskusi tersebut dimoderatori Azhari SAg MSi (Sekretaris Dispora Aceh) dan diketuai oleh Syamsul Bahri SH (advokat asal Singkil). Dalam kesempatan itu, tuan rumah, AmiKawasan Barsela Butuh ‘Big Push’ah Usman ikut memberikan kata sambutan. (dik) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id