Inkindo Minta Pemerintah Aceh Berdayakan Kontraktor Lokal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Inkindo Minta Pemerintah Aceh Berdayakan Kontraktor Lokal

Inkindo Minta Pemerintah Aceh Berdayakan Kontraktor Lokal
Foto Inkindo Minta Pemerintah Aceh Berdayakan Kontraktor Lokal

BANDA ACEH – Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Aceh meminta pemerintah Aceh untuk memberdayakan kontraktor lokal yang ada di Aceh. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan konstruksi yang ada di Provinsi Aceh. Harapan ini dikemukakan oleh Ketua Inkindo Aceh H Jamaluddin ST sebagaimana dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi Serambi, Jumat (2/6). “Pemerintah Aceh harus memberdayakan kontraktor lokal yang ada di Aceh. Gubernur juga sebagai pembina konstruksi di daerah,” kata Jamaluddin.

Selama ini, kata Jamaluddin, pengusaha Aceh hanya menjadi penonton saja. Dia menyontohkan beberapa pekerjaan konstruksi besar yang tidak melibatkan pengusaha Aceh, meskipun untuk sekadar kerja sama (Joint Operation). Yang lebih ironis lagi, kata dia, pengusaha luar yang memenangkan tender tersebut belum tentu menghasilkan kualitas proyek sesuai dengan harapan.

Kasus terbaru adalah rusaknya payung elektrik yang dipasang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman. Meskipun diakui belum memakai sensor, kata dia, kasus ini seharusnya menjadi pelajaran bagi Pemerintah Aceh untuk tidak menganggap remeh pengusaha lokal.

Jamaluddin juga menyontohkan proyek Fly Over Simpang Surabaya di Jalan Tgk Imum Lueng Bata, Banda Aceh, yang dikerjakan kontraktor nasional. Pinggiran lantai sempat ambruk pada Minggu (16/4) dini hari. Peristiwa itu terjadi saat sejumlah pekerja baru selesai mengecor lantai beton fly over sekitar pukul 03.15 WIB. “Masih banyak proyek lain di kabupaten/kota yang melibatkan pengusaha luar, namun kualitasnya juga belum bisa dijamin, malah ada yang meragukan,” kata dia.

Kurangi pengangguran
Untuk mengurangi jumlah pengangguran yang sudah lampu merah, kata Jamaluddin, maka pemerintah Aceh harus menciptakan lapangan kerja baru, termasuk dengan memberdayakan pengusaha lokal. Keberpihakan harus terlihat dalam setiap kebijakan. “Saya melihat, apa yang diucapkan tidak sesuai dengan apa yang dilakukan di lapangan. Katanya ingin mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru, tetapi segala pekerjaan diserahkan kepada orang luar Aceh,” kata Ketua DPD I KNPI Aceh itu. KNPI Aceh sendiri, kata Jamaludddin, telah melatih ribuan pemuda di Aceh dalam tiga tahun terakhir dan sejumlah di antaranya sudah mandiri.(sak) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id